Gaya Hidup

Rupiah Melemah, Bali Jadi Liburan Lebih Murah untuk Turis Asing

Bagikan:
Wisatawan menikmati pantai di Bali saat rupiah melemah dan membuat liburan lebih terjangkau

Denpasar. Pelemahan nilai tukar rupiah membuat saat ini mungkin waktu termurah dalam beberapa tahun bagi turis asing yang ingin berlibur ke Bali dan daerah wisata lain di Indonesia. Kurs rupiah ditutup di Rp 17.716 per USD, bergerak mendekati level psikologis Rp 18.000, pada Jumat lalu karena tekanan ekonomi global dan arus modal keluar.

Rupiah melemah dan implikasinya

Pelemahan rupiah meningkatkan daya beli pemegang dolar AS, euro, dan dolar Singapura saat berlibur di Indonesia. Akibatnya, paket wisata, akomodasi, dan konsumsi di lokasi populer menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan mancanegara.

Namun di sisi domestik, kurs yang melemah menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi dan biaya impor yang meningkat. Tekanan ini berpotensi menaikkan harga beberapa barang konsumsi dan jasa jika kondisi berlanjut.

Keuntungan bagi sektor pariwisata

Pelaku industri pariwisata menilai pelemahan rupiah bisa menjadi peluang meningkatkan daya saing harga Indonesia dibanding negara lain di kawasan Asia. Destinasi seperti Bali, Labuan Bajo, Danau Toba, dan Likupang diperkirakan akan menikmati lonjakan permintaan wisatawan asing.

Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, menjelaskan potensi efek positif pada perilaku pengunjung.

Dari sisi pengeluaran turis, ini bisa menguntungkan pengunjung asing, meskipun mereka juga perlu mempertimbangkan biaya tiket pesawat yang lebih tinggi dan kondisi geopolitik global yang berkaitan dengan kenaikan harga bahan bakar.

Tekanan bagi hotel dan operator wisata

Di saat yang sama, depresiasi rupiah menjadi tantangan ganda bagi hotel dan pelaku usaha pariwisata. Banyak bahan baku dan peralatan diimpor, sehingga penguatan dolar meningkatkan biaya operasional.

Dolar yang lebih kuat meningkatkan biaya produksi kami karena banyak bahan baku yang digunakan hotel diimpor,

Persaingan pasar yang ketat juga membatasi kemampuan operator untuk menaikkan tarif kamar secara signifikan, meski biaya operasional naik.

Konsekuensi ekonomi dan prospek

Pemerintah dan pelaku usaha berharap sektor pariwisata dapat membantu menopang pertumbuhan ekonomi dan pendapatan devisa saat ekspor dan pasar keuangan tertekan oleh ketidakpastian global. Secara sementara, rupiah yang lemah dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan liburan termurah di Asia bagi wisatawan internasional.

Namun prospek jangka menengah bergantung pada stabilitas kurs, perkembangan harga bahan bakar global, dan kebijakan yang dapat menekan biaya impor tanpa mengorbankan layanan wisata.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait