B. Braun Luncurkan Introcan Safety 3 untuk Lindungi Tenaga Kesehatan
B. Braun Indonesia resmi meluncurkan Introcan Safety® 3 pada 23 Mei 2026 di Thamrin Nine, Jakarta Pusat. Produk kateter intravena (IV) generasi terbaru ini mengusung teknologi blood control septum untuk mengurangi risiko paparan darah pada perawat dan dokter, dengan tujuan mencapai standar zero blood exposure selama prosedur klinis.
Apa itu Introcan Safety 3 dan fitur utamanya
Introcan Safety 3 adalah kateter IV dengan mekanisme keselamatan pasif yang aktif otomatis saat digunakan. Desain ini membantu meminimalkan kontak terlihat dengan darah tanpa memerlukan langkah aktivasi tambahan dari pengguna. Dengan demikian, alur kerja klinis harian tetap efisien sambil meningkatkan perlindungan staf medis.
Risiko paparan darah dalam praktik klinis
Prosedur pemasangan kateter dan tindakan intravena lainnya menempatkan tenaga kesehatan pada risiko paparan darah yang tinggi. Studi sistematis menunjukkan kontak dengan darah dan cairan tubuh terjadi lebih sering dibanding insiden kerja lain, dan paparan saat pemasangan IV dapat jauh lebih tinggi daripada cedera tertusuk jarum. Kondisi ini menjadi tantangan utama bagi keselamatan kerja di rumah sakit.
Respon dan dukungan organisasi kesehatan
Peluncuran dihadiri wakil manajemen rumah sakit dan organisasi profesi keperawatan. Mereka menekankan urgensi adopsi solusi yang menutup kemungkinan paparan darah selama prosedur rutin. Hadir di acara tersebut antara lain:
- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
- Himpunan Perawat Profesional Indonesia (HIPPII)
- Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (HIMPONI)
- Perkumpulan Seminar Akses Intravena Indonesia (INA-PERSAI)
Indonesia merupakan pasar strategis yang menuntut solusi kesehatan presisi, terintegrasi, dan andal, kata Rainer Ruppel, Presiden Direktur B. Braun Indonesia. Kehadiran Introcan Safety 3 mencerminkan komitmen kami menghadirkan inovasi keselamatan global ke Indonesia untuk melindungi tenaga kesehatan dan mendukung perawatan pasien berkualitas tinggi.
Dr. Masfuri, Ketua INA-PERSAI, menegaskan bahwa kemajuan teknologi kateter IV kini menjadi standar baru untuk memberikan keamanan tambahan kepada tenaga kesehatan dan mengurangi penyebaran patogen kepada pasien.
Dampak pada rumah sakit dan pasien
Penerapan kateter dengan sistem kontrol darah ini berpotensi menurunkan insiden paparan dan infeksi terkait prosedur intravena. Selain meningkatkan keselamatan tenaga kesehatan, alat ini juga diharapkan memperbaiki kenyamanan dan kepuasan pasien melalui tindakan yang lebih aman.
Kesimpulan dan prospek
Peluncuran Introcan Safety 3 memperkuat peran B. Braun Indonesia dalam mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih aman dan berstandar internasional. Adopsi massal teknologi ini di rumah sakit dapat mempercepat standar keselamatan kerja dan menurunkan risiko infeksi nosokomial di masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Cara Membuat Slide Presentasi dengan Canva AI
Panduan langkah demi langkah membuat slide presentasi cepat menggunakan Canva AI gratis, dari pembuatan desa...
Sanksi Balap Liar: Ancaman Pidana hingga Denda Rp3 Juta
Pelaku balap liar terancam kurungan hingga 1 tahun atau denda Rp3 juta sesuai UU No.22/2009 Pasal 115 dan 29...
Juno Ungkap Panas Bawah Permukaan Io, Bulan Vulkanik Jupiter
Juno mengukur pemanasan beberapa meter di bawah permukaan Io saat lintasan Des 2023 dan Feb 2024, mengungkap...
Io, Bulan Jupiter, Terus Aktif Secara Vulkanik
Juno mendeteksi sumber panas di bawah permukaan Io, terutama di Zal Montes Patera dan ekuator, menunjukkan a...
Waspada e-Tilang Palsu: Ciri Notifikasi ETLE Resmi
Modus penipuan berkedok notifikasi ETLE marak; kenali ciri notifikasi resmi agar terhindar dari pencurian da...
Akademisi UI Kembangkan Reaktor Pirolisis AI untuk Limbah Peternakan
Akademisi UI ciptakan reaktor pirolisis AI yang ubah limbah domba jadi biochar berkualitas, berpotensi untuk...