Perluas Sentra Budidaya, Prabowo Genjot Ekspor Perikanan
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana perluasan sentra budidaya perikanan untuk meningkatkan produksi dan ekspor. Pernyataan itu disampaikan seusai Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026.
Siapa, apa, kapan, dan di mana
Presiden menjelaskan pemerintah menyiapkan ratusan hingga ribuan hektare lahan untuk budidaya perikanan. Program ini dimulai dengan pengembangan BUBK di Kebumen yang sudah beroperasi. Tujuannya untuk menaikkan produktivitas lokal dan meraih devisa lewat ekspor.
Rencana lahan dan lokasi
Menurut penjelasan Kepala Negara, salah satu lokasi yang sudah aktif adalah BUBK Kebumen. Dari total 100 hektare lahan, seluas 65 hektare telah beroperasi penuh untuk budidaya udang tambak.
Selain Kebumen, pemerintah merencanakan pengembangan di beberapa lokasi lain. Rincian yang disebut antara lain:
- Wayangapu, Nusa Tenggara Timur: 2.000 hektare
- Gorontalo: 200 hektare
- Panturan (Jawa Barat): 14.000 hektare khusus kawasan perikanan
Rencana tersebut disusun untuk memfokuskan jenis budi daya sesuai kondisi lokal, misalnya udang di Kebumen dan budidaya ikan di Pantura.
Investasi dan target produksi
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut pembangunan tambak udang terintegrasi sudah dimulai sejak Februari 2026. Nilai investasi proyek integrasi BUBK mencapai Rp7,2 triliun.
Target produksi yang dipatok sebesar 52.000 ton udang per tahun, angka yang diharapkan dapat menopang pasokan ekspor dan meningkatkan pendapatan negara.
Misi: pangan dan devisa
"Kita mulai sekarang menambah, kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein dan untuk rakyat kita. Dan juga, untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa,"
Presiden menekankan dua fokus utama: memenuhi kebutuhan protein dalam negeri dan meningkatkan penerimaan devisa melalui ekspor.
Implikasi dan prospek ke depan
Perluasan sentra budidaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat rantai nilai perikanan. Jika berjalan sesuai rencana, program berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan ekspor, dan menguatkan ketahanan pangan.
Ke depan, pelaksanaan proyek akan bergantung pada percepatan investasi, infrastruktur pendukung, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...
IHSG Diprakirakan Konsolidasi Menjelang Data Inflasi 1 Okt 2026
Pelaku pasar menunggu data inflasi BPS (1 Okt 2026); IHSG diperkirakan konsolidasi di kisaran 6.000-6.200 se...