DPRD Medan: PLN Ingkar Janji Atas Pemadaman yang Berkelanjutan
Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, menilai PT PLN ingkar janji terkait penanganan blackout yang terjadi di Kota Medan sejak Jumat (22/5) sekitar pukul 18.45 WIB. Menurutnya, perkiraan pemulihan 6-8 jam yang disampaikan PLN belum terealisasi hingga Sabtu (23/5), sehingga sebagian besar wilayah masih mengalami pemadaman.
Kronologi singkat dan dampak
Listrik padam sejak Jumat malam dan hingga hari berikutnya belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kerugian ekonomi.
Wong menyatakan bahwa masyarakat dirugikan dari berbagai sisi, termasuk usaha mikro yang terganggu dan layanan publik yang terhambat.
Tuntutan kompensasi dan kepastian waktu
Wong menegaskan bahwa PLN harus bertanggung jawab dan memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami pelanggan akibat pemadaman.
"Ini sudah hampir 24 jam listrik padam, berarti mereka ingkar janji. Masyarakat sudah sangat dirugikan, baik dari sisi ekonomi maupun aktivitas masyarakat jadi terkendala,"
Ia menambahkan bahwa jika pelanggan dikenakan denda saat terlambat membayar tagihan, maka PLN juga harus menyediakan mekanisme kompensasi atas kesalahan yang menyebabkan kerugian.
"Sudah pasti masyarakat rugi atas kejadian ini, dari sisi mana pun pasti rugi. Kita minta ada kompensasi untuk masyarakat... Ini kesalahan PLN, maka juga harus ada kompensasi,"
Kekhawatiran keamanan publik
Wong juga mengkhawatirkan dampak lain dari pemadaman berkepanjangan, yakni potensi peningkatan tindak kriminalitas di lingkungan yang gelap.
"Situasi gelap gulita tentu memancing terjadinya aksi kriminal. Kita tidak ingin itu terjadi,"
Ia meminta PLN segera memberikan kepastian kapan jaringan listrik dapat dinormalisasi di seluruh wilayah Kota Medan agar masyarakat dapat beraktivitas kembali secara aman dan produktif.
Ringkasan tuntutan
- PLN diminta memberikan kepastian waktu pemulihan listrik.
- PLN diminta bertanggung jawab dan menyediakan kompensasi kepada pelanggan terdampak.
- Pemerintah daerah diharapkan mengawasi dampak pada keamanan dan ekonomi masyarakat.
Pernyataan Wong ini disampaikan saat pemadaman masih berlangsung, dan ia menekankan pentingnya transparansi serta tindakan cepat dari PLN untuk mengurangi kerugian publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...