MPU Apresiasi Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar
Pemerintah Aceh Besar di bawah kepemimpinan Bupati Muharram Idris dan Wakil Bupati Syukri A. Jalil mendapat apresiasi atas pelaksanaan program Beut Kitab Bak Sikula. Program ini dinilai memperkuat pendidikan agama serta membangun karakter dan kebersamaan generasi muda, menurut Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. M. Faisal Ali, Jumat (22/5).
Respon MPU Aceh
Tgk. Faisal Ali menyebut gagasan Beut Kitab Bak Sikula sebagai langkah positif yang layak didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa keberhasilan program pendidikan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.
“Dari amatan kami, Program Beut Kitab Bak Sikula merupakan program yang cukup bagus. Tentunya program yang baik seperti ini harus mendapatkan dukungan dari semua pihak,”
Menurutnya, keterlibatan keluarga, komite sekolah, tenaga pendidik, siswa, dan masyarakat luas sangat penting untuk memastikan hasil yang berkelanjutan.
Usulan perluasan ke meunasah
Tgk. Faisal, yang akrab disapa Abu Sibreh, mengusulkan agar kegiatan beut (mengaji) tidak hanya berlangsung di sekolah. Ia merekomendasikan agar pembelajaran agama juga rutin diadakan di meunasah tingkat gampong.
Ia berharap kegiatan tersebut dilakukan secara berkala, minimal sekali sebulan. Tujuannya bukan sekadar mengaji, tetapi juga membangun ruang kebersamaan bagi anak-anak dan remaja di lingkungan setempat.
Manfaat sosial dan pendidikan
MPU menilai aktivitas bersama di meunasah dapat memperkuat interaksi sosial yang kini kian berkurang karena ragam aktivitas anak dan remaja. Dengan demikian, program ini berpotensi memperbaiki hubungan sosial sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan agama.
Selain aspek moral dan sosial, penguatan pendidikan agama juga dipandang sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah sosial. Tgk. Faisal menyebut program ini membantu mengurangi tingkat kejahilan di Aceh, khususnya di Aceh Besar.
Prospek dan rekomendasi
Ketua MPU berharap model serupa dapat ditiru di daerah lain dengan penyesuaian kondisi lokal. Ia menegaskan bahwa penguatan pendidikan agama sebagai fondasi karakter adalah investasi penting untuk masa depan Aceh.
Dengan dukungan bersama — pemerintah, keluarga, dan masyarakat — program Beut Kitab Bak Sikula diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan dan ketahanan sosial di tingkat gampong.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...