Pelanggan Stasiun Lawang Naik 21,67% pada Awal 2026
Pelanggan Stasiun Lawang meningkat 21,67% pada awal 2026. Data operasi perkeretaapian menunjukkan lonjakan volume penumpang yang mendorong konektivitas dan mobilitas produktif di kawasan Malang Utara.
Data penumpang dan periode pengukuran
Stasiun Lawang melayani 10.449 pelanggan berangkat sepanjang Januari–April 2026. Pada periode sama, jumlah pelanggan yang tiba tercatat 8.970 orang.
Angka kenaikan pelanggan mencapai 21,67 persen dibanding periode sebelumnya. Data perkembangan penumpang ini dirilis oleh pihak pengelola perkeretaapian pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sekitar 70,5% penduduk wilayah itu berada pada usia produktif. Hal ini memperkuat alasan kenaikan mobilitas ke dan dari kawasan tersebut.
Dampak ekonomi dan pariwisata
Kenaikan penumpang tidak lepas dari potensi ekonomi setempat. Kecamatan Lawang dikenal sebagai sentra hortikultura dan perkebunan tanaman hias yang mendukung pergerakan barang dan orang.
- Produksi alpukat: sekitar 6.800 kuintal per tahun.
- Produksi temulawak: sekitar 30.200 kilogram per tahun.
Stasiun ini juga menjadi simpul transit bagi wisatawan yang menuju destinasi alam. Tujuan populer meliputi Kebun Teh Wonosari dan kawasan pegunungan sekitar Pasuruan.
Fasilitas, fungsi operasional, dan layanan
Secara teknis, Stasiun Lawang berada pada ketinggian 491 meter di atas permukaan laut. Fasilitas di stasiun berfungsi sebagai tempat pemeriksaan sistem pengereman sebelum kereta melintasi segmen jalur dengan kontur curam.
Layanan yang menguatkan konektivitas meliputi Commuter Line Dhoho dan Commuter Line Penataran. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan layanan aglomerasi serta kereta kelas ekonomi jarak jauh menuju Jakarta.
Kutipan pejabat KAI
"Stasiun Lawang berkembang sebagai penghubung mobilitas masyarakat produktif di kawasan Malang Utara. Pergerakan pekerja, pelajar, wisatawan, hingga distribusi hasil pertanian daerah berlangsung semakin dinamis dan membutuhkan transportasi yang andal, aman, serta memiliki kepastian waktu perjalanan," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
"Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lawang memperlihatkan bahwa transportasi rel semakin menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan kawasan aglomerasi, memperkuat distribusi ekonomi daerah, dan menghadirkan mobilitas masyarakat yang lebih efisien serta berkelanjutan," kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Dengan basis penumpang yang meningkat, stasiun ini diprediksi akan terus memainkan peran sentral dalam mobilitas regional. Penguatan layanan dan infrastruktur diyakini diperlukan untuk menjaga keterandalan perjalanan serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Berita Terkait
Rent to Own Jadi Jalan KPR bagi Pekerja Informal
Skema Rent to Own dinilai bisa bantu 86 juta pekerja informal bangun rekam jejak keuangan selama 6–12 bulan...
ATONIK 50 Tahun Dampingi Petani Indonesia
PT OAT Mitoku Agrio rayakan 50 tahun ATONIK, menegaskan transfer teknologi Jepang dan pendampingan berkelanj...
Bulog Perpanjang Bantuan Pangan Beras Dua Bulan
Perum Bulog menambah program bantuan pangan beras selama dua bulan untuk 33 juta penerima, sebagai antisipas...
ATONIK 50 Tahun: Dari Jepang Mendampingi Sawah Indonesia
PT OAT Mitoku Agrio rayakan 50 tahun ATONIK, transfer teknologi pertanian Jepang yang mendampingi petani Ind...
BI Imbau Warga Tak 'Panic Buying' Dolar Saat Rupiah Melemah
BI mengimbau masyarakat tak melakukan 'panic buying' dolar ketika rupiah melemah dan memperketat pembelian v...
PLN Amankan Sidang Paripurna DPR dengan Pasokan 7.930.000 VA
PLN menyediakan pasokan listrik 7.930.000 VA untuk mengamankan Sidang Paripurna DPR di Senayan pada 22 Mei 2...