Warga Minta Copot GM PLN Usai Listrik 12 Jam Padam; Nelayan Ditangkap, Pupuk Langka
MEDAN — Warga di Sumatera Utara mendesak agar General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Sumut, Mundhakir Salman, dicopot setelah terjadi pemadaman listrik selama belasan jam pada Sabtu, 23 Mei. Di sisi lain, Tim Polda Sumut menangkap dua nelayan terkait penyelundupan narkoba di Tanjungbalai, dan petani di Padanglawas mengeluhkan langkanya pupuk subsidi saat musim tanam.
Warga protes pemadaman listrik
Warga di kota Medan melayangkan protes karena aliran listrik padam selama sekitar 12 jam. Peristiwa berlangsung sejak malam hari dan berlanjut hingga pagi, sehingga aktivitas rumah tangga terganggu.
Salah seorang warga, Beni, menyatakan kekecewaannya kepada media pada Sabtu (23/5).
"Copot GM PLN Sumut. Sudah 12 jam listrik padam. Sampai sekarang ini listrik di rumah ku masih padam dari tadi malam bang."
Desakan pencopotan manajemen mencerminkan kekecewaan publik terhadap respons dan penanganan gangguan. Hingga laporan ini dibuat, belum ada pernyataan resmi dari pihak PLN mengenai penyebab utama dan jadwal pemulihan penuh.
Penangkapan dua nelayan terkait narkoba
Di Tanjungbalai, tim dari Polda Sumut menangkap dua nelayan di sepanjang Sungai Asahan, Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjungbalai Selatan. Petugas menemukan dua karung berisi narkotika jenis sabu dan menyita sebuah sampan yang diduga digunakan untuk membawa barang bukti dari tengah laut.
Penangkapan dilakukan menyusul informasi dari masyarakat tentang adanya sampan yang membawa barang terlarang melintasi perairan tersebut. Proses penyidikan dan penahanan tersangka masih berlangsung oleh pihak kepolisian.
Petani Padanglawas keluhkan kelangkaan pupuk subsidi
Musim tanam memicu keluhan petani di Kabupaten Padanglawas yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Sejumlah petani menyatakan kuota dan distribusi pupuk tidak jelas sehingga stok sulit dijangkau saat kebutuhan meningkat.
Salah satu petani, Pajar Hasibuan dari Desa Aekbargot, Kecamatan Sosopan, menyampaikan keprihatinan soal ketersediaan dan distribusi pupuk pada Sabtu (23/5). Menurut petani, ketersediaan pupuk sangat penting untuk mendukung program peningkatan produksi pangan, khususnya padi.
Ketiga peristiwa ini menyorot masalah layanan publik dan penegakan hukum di wilayah Sumatera Utara. Warga menuntut transparansi dan tindakan cepat dari pihak terkait—PLN untuk pemulihan listrik, kepolisian untuk pengungkapan jaringan narkoba, serta pemerintah daerah untuk memperbaiki distribusi pupuk subsidi menjelang musim tanam.
Berita Terkait
Pemadaman Listrik Sumatera: Warga dan Usaha Rugi Lebih 24 Jam
Pemadaman listrik di Sumatera berlangsung lebih dari 24 jam. Warga dan pelaku usaha tanpa genset melaporkan...
DPRD Medan: PLN Ingkar Janji Atas Pemadaman yang Berkelanjutan
Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen, menilai PLN ingkar janji atas pemadaman sejak Jumat (22/5) dan menuntut kom...
MPU Apresiasi Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar
MPU Aceh memberi apresiasi pada program Beut Kitab Bak Sikula Aceh Besar yang dinilai memperkuat pendidikan...
Aceh Besar Gelar Tanam Serempak Brigade Pangan di Gampong Barueh
Wabup Aceh Besar dan Kementan melaksanakan Tanam Serempak Brigade Pangan di Gampong Barueh, 22 Juni 2026 unt...
Petani Palas Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Pupuk Subsidi Saat Musim Tanam
Petani Padanglawas mengeluh sulit mendapat pupuk bersubsidi saat musim tanam, sementara harga non-subsidi me...
Gangguan Jaringan 275 kV, Listrik Padam di Pematangsiantar
Gangguan transmisi 275 kV akibat cuaca buruk menyebabkan pemadaman listrik di Pematangsiantar sejak 22 Mei;...