Peluncuran LINK untuk Selamatkan Satelit Swift Ditunda
Peluncuran pesawat ruang angkasa robotik LINK yang ditujukan untuk menaikkan orbit Observatorium Neil Gehrels Swift ditunda karena cuaca. Misi yang awalnya dijadwalkan pada Selasa, 30 Juni 2026, kini diundur. Upaya peluncuran berikutnya direncanakan paling cepat Rabu, 1 Juli 2026 pukul 21.43 UTC+12 (05.43 EDT).
Penundaan dan jadwal berikutnya
Keputusan penundaan diambil oleh NASA setelah memantau kondisi cuaca di lokasi peluncuran. Cuaca buruk dianggap berisiko bagi keselamatan peluncuran menggunakan roket Pegasus XL dari Atol Kwajalein, Kepulauan Marshall. Tim mengatakan mereka akan memantau cuaca dan menilai kembali sebelum jendela peluncuran selanjutnya.
Misi: menangkap dan menaikkan orbit Swift
Misi LINK, milik perusahaan layanan antariksa Katalyst, akan mendekati dan menangkap satelit Swift. Setelah penangkapan, LINK akan secara perlahan menaikkan ketinggian orbit Swift selama beberapa bulan. Tujuannya adalah mencegah masuknya kembali satelit ke atmosfer Bumi pada akhir tahun ini.
Alasan operasional dan dampak
Atmosfer Bumi menyebabkan gaya hambat pada semua pesawat di orbit rendah, sehingga ketinggian orbit mereka menurun tanpa pendorong. Gelombang aktivitas matahari yang meningkat baru-baru ini memperbesar efek hambatan ini terhadap Swift, yang diluncurkan pada November 2004. Alih-alih membiarkan satelit jatuh, NASA memilih menggunakan layanan komersial untuk memperpanjang masa operasi.
Detail teknis pesawat LINK
Pesawat LINK dirancang untuk operasi robotik dekat-satelit. Berikut spesifikasi inti yang diumumkan:
- Berat sekitar 399 kilogram.
- Tinggi sekitar 1,5 meter.
- Panel surya hampir 6 meter untuk suplai daya.
- Ditenagai tiga pendorong ion dan dilengkapi tiga lengan robotik.
"Swift adalah alat serbaguna NASA dalam mempelajari alam semesta," kata S. Bradley Cenko, peneliti utama Swift di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland.
Rencana ini juga dimaknai sebagai langkah untuk memajukan industri layanan satelit komersial AS. Jika berhasil, operasi LINK akan menjadi contoh penangkapan dan servis on-orbit yang dapat memperpanjang misi satelit lain di masa depan.
Langkah selanjutnya
Tim peluncuran akan terus memantau kondisi cuaca dan siap melakukan penjadwalan ulang bila diperlukan. Jika jendela 1 Juli tidak memungkinkan, tim akan menentukan tanggal alternatif berdasarkan kondisi dan kesiapan teknis.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Astronaut ISS Siap Spacewalk Perbaiki Lengan Canadarm2
Dua astronaut NASA akan spacewalk 30 Juni 2026 untuk mengganti wrist joint Canadarm2 di ISS; operasi dimulai...
Hayabusa2 Akan Melintas Dekat Asteroid Torifune 5 Juli 2026
Hayabusa2 dijadwalkan melintas 1–10 km dari asteroid Torifune pada 5 Juli 2026 untuk pengamatan ilmiah dan u...
LPDP Longgarkan Syarat Bahasa Inggris untuk Pendaftar Tahap II 2026
LPDP melonggarkan syarat bahasa Inggris Beasiswa Tahap II 2026: sertifikat perguruan tinggi dalam negeri dan...
LINK Bakal Dongkrak Orbit Teleskop Swift pada 30 Juni 2026
LINK dari Katalyst Space dijadwalkan meluncur 30 Juni 2026 untuk menaikkan orbit teleskop Swift yang menurun...
LPDP Alihkan 80% Beasiswa 2026 ke STEM dan Industri Strategis
LPDP menargetkan 80% alokasi beasiswa 2026 untuk bidang STEM dan industri strategis, sambil mempertahankan a...
NASA Minta Masukan Industri AS untuk Teknologi Permukaan Bulan
NASA buka konsultasi industri AS hingga 17 Juli 2026 untuk akselerasi teknologi permukaan Bulan, termasuk pe...