Politik

PDI Perjuangan Surabaya Latih Kader Gen Z Kuasai Komunikasi Digital

Bagikan:
Peserta pelatihan komunikasi politik kader Gen Z PDI Perjuangan Surabaya berdiskusi

DPC PDI Perjuangan Surabaya menggelar Pelatihan Komunikasi Politik Kader Gen Z pada Sabtu, 13 Juni 2026, sebagai bagian rangkaian Bulan Bung Karno 2026. Kegiatan itu bertujuan menyiapkan kader muda menghadapi era politik digital dengan menguatkan penguasaan media sosial dan literasi digital.

Pelatihan dan tujuan

Kegiatan dihadiri perwakilan kader muda dari seluruh Pengurus Anak Cabang se-Kota Surabaya. Materi menekankan strategi komunikasi digital, pengelolaan akun organisasi, dan teknik membangun kedekatan dengan publik lewat platform online.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan studi kasus. Panitia menempatkan fokus pada praktik langsung agar peserta siap menerapkan materi di lapangan.

Pesan Armuji: pentingnya literasi digital

Ketua DPC sekaligus Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menegaskan posisi krusial Generasi Z dalam menentukan masa depan partai dan bangsa. Ia menyorot pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

"Teman-teman Gen Z perlu pengalaman dan pembekalan untuk berkomunikasi, baik komunikasi ke dalam organisasi maupun komunikasi kepada masyarakat luas. Mereka harus punya keberanian dengan gaya dan kreativitas yang mereka miliki sendiri," ujar Armuji.

Armuji juga mengingatkan bahwa media sosial kini salah satu ruang paling berpengaruh dalam membentuk opini publik. Ia mendorong kader aktif memanfaatkan akun organisasi dan akun pribadi secara produktif.

"Semua sekarang serba digital. Informasi tercepat datang dari digitalisasi. Kalau kita tidak mengikuti perkembangan ini, kita akan tertinggal," tambahnya.

Peran Gen Z dan penguatan organisasi

Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Elni Ramalianty Nainggolan, menegaskan Gen Z harus menjadi motor organisasi. Ia menolak pandangan bahwa generasi muda hanya pelengkap struktur partai.

"Gen Z di partai ini bukan pajangan. Kita adalah penggerak yang harus mampu menyalakan semangat perjuangan untuk masyarakat Kota Surabaya," kata Elni.

Partai menargetkan kader muda yang percaya diri tampil di ruang publik, paham strategi komunikasi digital, dan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat lewat berbagai platform.

Keterlibatan akademisi dan catatan literasi

Pelatihan juga menghadirkan kalangan akademisi untuk memperkaya perspektif. Dosen Sosiologi Nora Titahning Ayudha menyampaikan catatan soal stigma terhadap Gen Z dan tantangan literasi informasi.

"Gen Z harus membangun identitas politiknya sendiri dan tidak membiarkan dirinya didefinisikan oleh stigma yang dibangun orang lain," ujar Nora.

Ia menekankan bahwa akses informasi yang luas menuntut kemampuan literasi yang kuat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh berita menyesatkan atau propaganda.

Penutup

Dengan kombinasi pendidikan politik, penguasaan teknologi digital, dan pembentukan karakter kepemimpinan, PDI Perjuangan Surabaya menargetkan lahirnya generasi pemimpin baru yang siap menjawab tantangan era algoritma media sosial dan memberikan layanan publik yang relevan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait