Desainer Muda Tampilkan Ulos Simetria di BTN Indonesia Fashion Week
Para desainer muda dari Immerse Fashion Academy, UIC College of Fashion, Il Teatro Della Moda Indonesia, dan JF Art School membuka hari ketiga BTN Indonesia Fashion Week 2026 dengan koleksi yang merespons tema Ulos Simetria. Pertunjukan ini menampilkan interpretasi wastra Sumatra melalui siluet, palet warna, dan konstruksi yang menekankan harmoni serta keberagaman. Mereka menafsirkan Ulos bukan sekadar kain, melainkan sistem berpikir tentang keseimbangan dan keteraturan.
Awal pertunjukan dan koleksi Bykarenju
Gelaran dibuka oleh jenama Bykarenju dari Immerse Fashion Academy yang menampilkan sembilan look gaun berwarna putih dan pastel. Setelahnya muncul sembilan look lain bergaya eklektik dengan nuansa gelap seperti hitam, merah, dan biru. Koleksi ini berupaya melampaui tren sesaat dan menekankan nilai emosional dalam setiap rancangan.
"Koleksi ini untuk merangkul mode melampaui ritme tren sesaat. Tiap kreasi dirancang untuk menggugah emosi dan menginspirasi kehadiran bermakna," kata Karen Junianti.
Il Teatro Della Moda: tiga narasi tematik
Il Teatro Della Moda Indonesia menghadirkan beberapa segmen yang saling melengkapi, antara lain Gunslinger, L'équilibre, dan Chi va piano va lontano. Masing-masing menonjolkan permainan siluet, konstruksi presisi, dan palet warna berbeda.
- Gunslinger: siluet tegas dan garis terstruktur untuk mengekspresikan ketangguhan.
- L'équilibre: harmoni antara struktur dan ekspresi lewat tekstur dan proporsi.
- Chi va piano va lontano: palet bumi seperti moss green, dark brown, nude, beige, dan terracotta.
"Gunslinger adalah simbol ketangguhan, pengendalian diri, dan keberanian. Untuk terus melangkah meski jalan di depan belum sepenuhnya pasti," ujar Natalie Grace, perancang Gunslinger, yang menceritakan latar personal di balik koleksinya.
UIC College of Fashion: visi futuristik dan beragam tema
Peragaan dari UIC College of Fashion membawa tema The Future of Fashion: Redefining Tomorrow dengan beberapa subtema. Koleksi-koleksi ini bernuansa futuristik dan menanggapi isu kontemporer, mulai dari identitas hingga arsitektur brutalism.
- Fragments of Identity
- A'MEN
- BRÜTALIST
- Madman's Literature
- Nap Of Star
- Love that Awaits Across Centuries
- Neo-Arrakis
"Tujuannya menyediakan ruang aman bagi orang-orang yang dianggap aneh atau berbeda, untuk membayangkan kembali tubuh sebagai tempat sakral," jelas Gabriella Ixchel Bain tentang koleksi Fragments of Identity.
JF Art School dan penutup peragaan
JF Art School menutup rangkaian dengan tiga koleksi: Celestial Lumina, Silk & Spores, dan Sculpture Denim, masing-masing menampilkan sembilan look. Koleksi-koleksi ini menonjolkan transisi tema ke dalam material dan narasi personal yang kuat.
"Koleksi kami terinspirasi dari cerita masing-masing, personal. Proses desain menggali estetika tema sehingga hasilnya seperti koleksi di panggung IFW," kata Bella Anaswara.
Secara keseluruhan, karya para pelajar dan mahasiswa mode ini tidak hanya memperkaya estetika panggung, tetapi juga mengisi narasi utama Ulos Simetria pada BTN Indonesia Fashion Week 2026. Interpretasi yang beragam menunjukkan bahwa wastra tradisional dapat diberi napas kontemporer tanpa kehilangan akar budaya.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
11 Agustus: Hari Hip Hop, Hari Gunung, dan Kemerdekaan Chad
11 Agustus diperingati untuk Hari Hip Hop, Hari Gunung di Jepang, dan Kemerdekaan Chad. Simak sejarah singka...
Babad Pasir Luhur Perkuat Budaya Lokal di Dukuh Cibun Banyumas
Tiga anak membacakan Babad Pasir Luhur di Kenduren Budaya Dukuh Cibun pada 10 Agustus 2026 sebagai bagian pe...
Peran Diplomasi dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Diplomasi melengkapi perjuangan bersenjata; perundingan dan dukungan internasional berujung pada penyerahan...
Sejarah Panjat Pinang: Tradisi Meriah di Hari Kemerdekaan
Panjat pinang, warisan dari masa kolonial, kini jadi tradisi 17 Agustus yang melambangkan gotong royong dan...
Makna Lagu Halo-Halo Bandung: Semangat Merebut Kembali
Lagu 'Halo-Halo Bandung' (Ismail Marzuki, 1946) merefleksikan semangat perjuangan dan ajakan merebut kembali...
Bandung Lautan Api: Saat Rakyat Membumihanguskan Kota (Maret 1946)
Bandung Lautan Api (23–24 Maret 1946): rakyat dan pejuang membumihanguskan bagian Bandung untuk mencegah pem...