Arsip Suara 1930 Hidupkan Kembali Tradisi Flores Timur
Arsip rekaman suara yang dibuat pada 1930 oleh etnomusikolog Belanda Jaap Kunst diperdengarkan kembali kepada komunitas asalnya di Flores Timur pada Juli–Agustus 2026. Restitusi digital ini membawa kembali 182 lagu dari 75 silinder lilin dan memantik upaya menghidupkan kembali tarian serta nyanyian tradisional di desa-desa setempat.
Asal rekaman dan isi koleksi
Dokumentasi suara itu dibuat pada 1930 sebagai bagian dari kajian musik dan tradisi masyarakat Flores. Koleksi berisi 182 lagu tersimpan pada 75 silinder lilin dan kini termasuk bagian Koleksi Jaap Kunst di Universiteit van Amsterdam. Rekaman mencatat bahasa, syair, serta irama yang selama ini hanya hidup dalam memori komunitas.
Proses restitusi dan digitalisasi
Proyek restitusi digital dipimpin etnomusikolog Barbara Titus dari Universiteit van Amsterdam bersama peneliti dari Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC). Koleksi yang telah didigitalkan diserahkan kepada Pemerintah Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan pada September 2024.
Pada akhir Juli 2026, tim memperkenalkan arsip di Kupang. Selanjutnya, rekaman dibawa langsung ke beberapa komunitas di Flores Timur untuk restitusi kolektif.
Respon komunitas di Flores Timur
Tim mengunjungi beberapa titik di Flores Timur, antara lain:
- Lewoloba
- Waibao
- Riangkroko
Di masing-masing lokasi, respons warga berbeda-beda namun saling melengkapi dalam upaya pemulihan tradisi.
Lewoloba: Koreksi dan pertunjukan
Warga Lewoloba mengenali banyak lagu lama dalam rekaman. Mereka bahkan mengoreksi urutan syair yang pernah dicatat oleh Jaap Kunst. Hasilnya, komunitas menampilkan kembali tiga tarian dan dua nyanyian tradisional pada 9 Agustus 2026.
Waibao: Debat tentang perubahan tradisi
Di Waibao, rekaman memicu diskusi tentang bagaimana tradisi berubah seiring waktu. Sebagian warga menilai tradisi masih bertahan, sementara lainnya berharap bentuk aslinya tetap dipertahankan.
Riangkroko: Mendengar suara leluhur
Di Riangkroko, keturunan penyanyi yang terekam mendengar kembali suara keluarga mereka untuk pertama kali. Momen itu menjadi pengalaman emosional bagi beberapa warga yang hadir.
Arsip bukan tujuan akhir
Barbara menekankan bahwa digitalisasi hanya langkah awal. Menurutnya, arsip akan benar-benar "kembali" bila bertemu dengan masyarakat yang masih mengenali bahasa, syair, dan musiknya.
"Tradisi selalu berubah," kata Barbara dalam keterangan tertulis. "Itu pertama-tama membutuhkan pembangunan dan pemeliharaan hubungan. Itu paling baik dilakukan bersama-sama."
Implikasi dan langkah ke depan
Pengembalian arsip ini membuka peluang untuk revitalisasi budaya yang dipimpin komunitas. Langkah selanjutnya menurut tim adalah memberi ruang bagi masyarakat untuk menentukan cara memaknai dan memanfaatkan rekaman dalam pengajaran lintas generasi.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya soal menyimpan file digital, tetapi juga membangun kembali hubungan sosial dan intergenerasional agar tradisi terus hidup.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Basra Gym Buka di Bandung, Gym Keluarga Berkonsep Muslim
Basra Gym Muslim Family Fitness Centre dibuka di Bandung (26 Sept 2026), menawarkan fasilitas ramah keluarga...
Honda Tampil di TRABAS Merdeka 23 dengan CRF150L
DAM hadirkan booth Honda dan CRF150L di TRABAS Merdeka 23 (26-27 Sept 2026) untuk dukung komunitas trail dan...
Dua Anak Muda Bali Juara Putra Putri Batik Nusantara 2026
Kadek Wijaya dan Putu Paramitha terpilih Grand Winner PPBN 2026 di Cibubur; diharapkan menguatkan peran gene...
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 Dibuka, Pendaftaran 28 Sep–10 Okt
Pendaftaran Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 dibuka 28 Sep–10 Okt untuk siswa kelas V–VI SD/MI; 36 s...
Kemenkes: Deteksi H3N2 'Superflu' Lebih Rendah pada 2026
Kemenkes: meski influenza meningkat, deteksi H3N2 subclade K ('superflu') lebih rendah pada 2026 dibanding 2...
Merah Putih Bertanya: 750 Aktor Reenaksi Insiden Hotel Yamato
750 aktor menampilkan kembali insiden Hotel Yamato pada Sabtu, merekonstruksi penurunan dan pengoyakan bende...