IHSG Melemah 1,18% Saat Jeda Siang, Investor Tunggu Pidato Presiden
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada jeda siang perdagangan, Kamis, 13 Agustus 2026. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat di level 6.298,34, turun 75,5 poin (1,18 persen) dari pembukaan yang sempat menguat. Pelemahan ini terjadi meski awal sesi menunjukkan optimisme setelah Indonesia tetap berstatus emerging market menurut MSCI.
Pergerakan sesi I dan respons pasar
IHSG dibuka menguat ke level 6.388,23 sebelum berbalik turun hingga jeda siang. Pergerakan ini mengejutkan sebagian analis yang memperkirakan penguatan dapat berlanjut setelah konfirmasi MSCI. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan jual yang mengimbangi sentimen positif pasar awal.
Analisis teknikal dan level penting
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai penguatan berpeluang berlanjut jika IHSG mampu mempertahankan level kunci. Ia menyebut area support dan resistansi yang perlu diperhatikan oleh investor.
"Setelah pengumuman MSCI bahwa Indonesia tetap di emerging market, IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan,"
Fanny memprakirakan area support berada pada rentang 6.300–6.320. Sedangkan area resistansi diperkirakan berada pada rentang 6.400–6.450. Level-level ini menjadi acuan teknikal jangka pendek bagi pelaku pasar.
Fokus pelaku pasar menjelang pidato kenegaraan
Pelaku pasar domestik kini mengalihkan perhatian ke Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam pidato itu, Kepala Negara akan menyampaikan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan yang dipantau ketat oleh investor.
"Penyampaian tersebut merupakan kesempatan bagi Pemerintah untuk menjabarkan arah kebijakan fiskal dan anggaran tahun depan. Investor mengharapkan pos-pos anggaran dapat dialokasikan secara efektif dan efisien serta mengurangi anggaran untuk kebijakan populis,"
Implikasi terhadap target defisit RAPBN 2027
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai pengurangan anggaran populis penting untuk mencapai target defisit RAPBN 2027. Mereka menyatakan pengurangan belanja yang kurang produktif dapat membantu memenuhi target defisit yang dipatok pemerintah.
"Agar APBN dapat memenuhi target defisit RAPBN 2027 yang dipatok sekitar 1,8-2,4 persen dari PDB,"
Dengan pidato kenegaraan yang akan menguraikan arah fiskal, pasar akan memantau detail alokasi anggaran dan kebijakan yang diumumkan. Kejelasan kebijakan ini berpotensi menentukan sentimen pasar pada sesi perdagangan berikutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
MSCI: Indonesia Tetap di Emerging Markets, Bobot Saham Turun
MSCI mempertahankan Indonesia sebagai emerging market, namun menurunkan bobot setelah mengeluarkan beberapa...
KAI Kelola Suku Cadang Rp1,23 Triliun untuk 12.856 Sarana
KAI mengelola suku cadang Rp1,23 triliun per 30 Juni 2026 guna mendukung pemeliharaan 12.856 unit sarana dan...
BEI Optimis Hasil Review MSCI Beri Dampak Positif
BEI optimis menjelang rilis hasil review MSCI, berharap reformasi transparansi dan tata kelola pasar modal d...
KAI Commuter Terapkan Tarif Rp8 Seluruh Area Layanan 17 Agustus
KAI Commuter berlakukan tarif Rp8 pada 17 Agustus 2026 di seluruh area layanan, proyeksi 925.000 pengguna Ja...
Bappebti Rilis Rating 67 Pialang Berjangka Triwulan II 2026
Bappebti mempublikasikan rating 67 pialang berjangka triwulan II-2026 untuk meningkatkan kualitas, tata kelo...
Calon Pembeli Saudi Tinjau Tekstil RI, Potensi Transaksi Rp8,26 Miliar
Calon pembeli Arab Saudi meninjau pabrik tekstil RI (3-6 Aug 2026), menimbang pasokan abaya dan kerudung den...