Rudi Soedjarwo Jelaskan Minim Dialog Sunda di Dan Bandung
Sutradara Dan Bandung, Rudi Soedjarwo, menjelaskan alasan minimnya dialog berbahasa Sunda agar film tersebut bisa dinikmati penonton dari berbagai daerah di Indonesia. Penjelasan disampaikan dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. Menurut Rudi, nuansa Bandung tetap dipertahankan lewat elemen visual dan cerita, sementara bahasa Indonesia dipilih agar jangkauan cerita lebih luas.
Alasan memilih bahasa Indonesia
Rudi mengatakan penggunaan bahasa Indonesia dimaksudkan untuk menghindarkan film menjadi terlalu terikat pada satu wilayah. Ia ingin pesan dan emosi film dapat diterima penonton nasional tanpa kehilangan rasa lokal Bandung.
"Kalau dari saya pribadi, sebenarnya aku pengen film ini bisa dirasakan nggak cuma orang Bandung. Jadi ada dan Bandungnya harus berasa."
Latar, karakter, dan naturalitas dialog
Selain alasan jangkauan audiens, Rudi menekankan bahwa latar cerita—termasuk kehidupan kampus—melibatkan karakter dari berbagai daerah. Oleh karena itu, penggunaan bahasa Sunda penuh dianggap tidak selalu sesuai dengan realitas sosial yang diperagakan.
"Yang pakai kampus Bandung nggak selalu orang Sunda. Banyak teman saya yang dari Jakarta, itu ke Bandung semua,"
Ia juga mempertimbangkan kemampuan aktor dalam berbahasa Sunda. Rudi khawatir dialog Sunda yang dipaksakan justru terdengar tidak natural dan mengganggu imersi penonton.
"Plus, nggak semua pemain di sini bisa bahasa Sunda dengan baik. Nanti kalau dipaksain, malah tambah nggak karuan"
Kekuatan nuansa lokal tanpa dominasi bahasa
Meski dialog mayoritas menggunakan bahasa Indonesia, tim produksi berupaya mempertahankan identitas Bandung melalui setting, kostum, musik, dan detail cerita. Pendekatan ini dipilih agar penonton tetap merasakan atmosfer kota tanpa harus mengandalkan bahasa sebagai satu-satunya penanda lokal.
Kemungkinan film lanjutan
Akhir cerita Dan Bandung dianggap membuka ruang untuk kelanjutan. Produser Verona Films, Titin Suryani, menyatakan opsi sekuel bergantung pada respons penonton dan popularitas film setelah rilis.
"Kalau mau lanjut, mungkin teman-teman media, teman-teman semuanya, bantu viralkan. Kalau sudah viral, penonton pada minta, lanjut dan kita lanjut,"
Jadwal tayang dan produksi
Dan Bandung adalah kolaborasi antara Verona Films, Pidi Baiq, dan Rudi Soedjarwo. Film bergenre drama romansa ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026. Keputusan soal sekuel akan diputuskan setelah melihat tanggapan penonton dan performa penjualan tiket.
Dengan pendekatan bahasa yang memilih keterbacaan nasional, tim berharap Dan Bandung dapat menyampaikan kisah lokal sekaligus meraih audiens luas di seluruh Indonesia.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Paramount Rilis Trailer Kedua 'Ebenezer' dengan Johnny Depp
Paramount rilis trailer kedua 'Ebenezer' karya Ti West; Johnny Depp kembali sebagai Ebenezer Scrooge dalam v...
Agnez Monica Akan Isi Opening Ceremony MotoGP Mandalika
Agnez Monica akan tampil di Opening Ceremony MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circ...
Trailer Kedua Sense and Sensibility Rilis, Daisy Edgar-Jones Jadi Elinor
Trailer kedua adaptasi Jane Austen, Sense and Sensibility, dirilis 30 September 2026; Daisy Edgar-Jones meme...
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...