Roket Pegasus XL Siap Diluncurkan untuk Selamatkan Swift
Roket Pegasus XL telah dipasang ke pesawat Stargazer dan dijadwalkan diluncurkan akhir Juni 2026 dari Kwajalein Atoll untuk membawa wahana robotik LINK yang akan membantu menaikkan kembali orbit Neil Gehrels Swift Observatory yang mengalami penurunan akibat peningkatan hambatan atmosfer.
Integrasi dan persiapan peluncuran
Pemasangan Pegasus XL pada pesawat Stargazer dilakukan di fasilitas NASA Wallops Flight Facility pada 12 Juni 2026. Sebelumnya, integrasi wahana LINK ke dalam roket telah rampung pada 9 Juni 2026 di lokasi yang sama.
Perakitan ini menandai tahap akhir persiapan sebelum Pegasus XL dilepas dari pesawat L-1011 modifikasi tersebut. Roket akan membawa LINK ke orbit rendah Bumi dalam misi yang dikomandoi oleh Katalyst Space.
Mengapa Pegasus XL dipilih?
Katalyst memilih Pegasus XL karena kemampuan roket ini mencapai orbit observatorium dalam rentang waktu dan ketinggian yang diperlukan untuk melakukan manuver peningkatan orbit. Pegasus XL juga memiliki rekam jejak peluncuran untuk misi-misi ilmiah seperti ICON dan NuSTAR, sehingga menjadi opsi yang terbukti.
Penyebab penurunan orbit Swift
Menurut pernyataan NASA pada 16 Juni 2026, semua wahana di orbit rendah Bumi menghadapi gaya hambat atmosfer yang perlahan menurunkan ketinggian orbitnya. Dalam kasus Swift, efek ini diperburuk oleh kondisi cuaca antariksa sehingga laju penurunan lebih cepat dari perkiraan.
Swift tidak lagi memiliki cukup bahan bakar untuk melakukan koreksi orbit sendiri, sehingga diperlukan misi eksternal untuk memperpanjang masa operasional teleskop tersebut.
Jadwal dan lokasi peluncuran
- 9 Juni 2026: Integrasi wahana LINK ke Pegasus XL selesai.
- 12 Juni 2026: Pegasus XL dipasang ke pesawat Stargazer di Wallops Flight Facility.
- Akhir Juni 2026: Peluncuran dijadwalkan dari Kwajalein Atoll, Republik Kepulauan Marshall.
Peluncuran akan menjadi momen penting, karena keberhasilan misi menentukan kemampuan Swift untuk terus melakukan pengamatan sinar-X dan sinyal transient lainnya.
Konteks dan prospek
NASA menunjuk Katalyst untuk mengembangkan dan meluncurkan LINK sebagai bagian dari upaya menjaga kelangsungan operasi Swift. Jika berhasil, misi ini bisa menjadi model untuk operasi penyelamatan orbit teleskop lain di masa depan.
Keberhasilan misi juga akan memperpanjang masa ilmiah Swift, memberi kesempatan bagi para peneliti untuk melanjutkan studi bencana kosmik dan fenomena transient yang belum tuntas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...