Politik

PDIP Jatim Ajak Gen Z Kuasai Media Sosial Lawan Disinformasi

Bagikan:
Deni Wicaksono berbicara di Sekolah Partai PDIP Jatim bersama kader Gen Z di Surabaya

Surabaya, 17 Oktober 2026 — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong kader Generasi Z untuk menguasai dan memanfaatkan media sosial sebagai alat utama menyuarakan kebenaran dan melawan narasi bohong di ruang publik. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris DPD, Deni Wicaksono, saat membuka Sekolah Partai bagi 106 kader muda di Palm Hotel, Surabaya, Sabtu (17/10/2026).

Ancaman disinformasi pada generasi muda

Deni menyoroti tingginya ketergantungan pemuda pada gadget yang membuat mereka rentan terpapar informasi keliru. Ia menekankan pentingnya literasi politik dan keberanian bersuara agar pemuda tidak pasif saat menghadapi pemutarbalikan fakta di dunia digital.

“Bagi anak-anak muda, siapa dan di mana pun kalian, terbiasa biasakan untuk menyuarakan kebenaran. Kalau melihat kalian gak benar, kalian harus berani menyampaikan kebenaran, jangan hanya diam,”

“Karena kebohongan yang disampaikan berulang-ulang suatu saat akan diterima sebagai kebenaran,”

Pembekalan digital dan strategi visual

Untuk menjawab perubahan karakter Gen Z yang kurang tahan terhadap konten panjang, DPD menginisiasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pengemasan materi sejarah dan nilai-nilai Bung Karno. Materi dibuat lebih visual, padat, dan kekinian agar mudah diserap dan dibagikan oleh pemuda.

Langkah ini diharapkan meningkatkan efektivitas literasi politik dengan format yang sesuai kebiasaan konsumsi media anak muda.

Dampak pada Pemilu 2029

Deni mengingatkan komposisi pemilih muda yang dominan pada Pemilu 2029. Ia memperingatkan bahwa kesalahan menyerap informasi di media sosial dapat berdampak fatal pada pilihan kepemimpinan bangsa.

“Ini yang saya harap membedakan kawan-kawan yang hadir saat ini agar bisa bijak memilih calon pemimpin dan wakil rakyat, karena dampak salah memilih pemimpin itu dampak kerusakannya luar biasa,”

Menurut Deni, konsekuensi salah memilih lebih merugikan pemuda dari kalangan biasa tanpa privilege, karena mereka tidak memiliki jaringan atau hak istimewa keluarga.

Rekrutmen kader muda dan pengalaman pribadi

Program rekrutmen difokuskan pada pemuda yang baru memasuki dunia politik agar mendapat pendidikan politik yang positif sejak awal. Deni menegaskan bahwa partai memberi ruang nyata bagi anak muda yang berasal dari bawah untuk berkembang.

“Saya pikir dan pelajari, dari semua partai itu di PDIP banyak orang yang betul-betul dari nol bisa menjadi orang hebat yang diberi kepercayaan, punya integritas tinggi. Yakinlah di PDI Perjuangan kalian bisa menggantungkan mimpi dan cita-cita,”

Penekanan pada literasi digital, pemanfaatan AI untuk materi singkat, dan perekrutan kader baru merupakan langkah strategis PDIP Jatim untuk menguatkan peran pemuda dalam ruang publik dan politik nasional.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait