Risma: Segera Pulihkan Air Sumur Tercemar di Sumber Agung, Malang
Malang — Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan, Tri Rismaharini, mendesak pemulihan segera kualitas air sumur yang diduga tercemar oleh aktivitas pertambangan kapur di kawasan Sumber Agung, Kabupaten Malang. Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, dengan penekanan pada tindakan darurat untuk melindungi kesehatan warga sembari memastikan penyebab pencemaran melalui pemeriksaan ilmiah.
Kebutuhan penanganan darurat
Risma menyatakan pemulihan dapat dilakukan jika peralatan khusus dan metode penanganan sesuai tersedia. Ia menekankan keselamatan warga tidak boleh menunggu proses hukum selesai. Prioritas utama adalah mengurangi paparan dan memastikan ketersediaan air yang aman bagi masyarakat terdampak.
“Kalau ada alatnya, bisa dipasang sebulan,”
Pemeriksaan kualitas dan kajian ilmiah
Langkah awal yang disarankan adalah pengujian kualitas air untuk mengidentifikasi jenis pencemar. Hasil laboratorium akan menentukan metode pemulihan yang paling efektif. Risma juga menekankan perlunya pemeriksaan medis untuk memastikan hubungan antara paparan air dan gangguan kesehatan yang dilaporkan.
- Pengujian kimia dan mikrobiologi air
- Identifikasi sumber dan jenis pencemar
- Pemeriksaan kesehatan warga terdampak
- Penentuan metode remediasi yang tepat
Dampak kesehatan dan kasus yang dilaporkan
Isu ini mencuat setelah Ketua DPC GMNI Kabupaten Malang melaporkan dua warga laki-laki meninggal pada awal 2026 yang diduga akibat keracunan air sumur tercemar limbah pertambangan kapur. Risma mengingatkan bahwa dampak kesehatan serius mungkin terjadi jika pencemaran dibiarkan tanpa penanganan.
Perbedaan antara penanganan darurat dan penegakan hukum
Risma menegaskan bahwa upaya menyelamatkan warga harus dipisahkan dari proses hukum terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab. Ia membuka ruang bagi masyarakat untuk menempuh jalur hukum jika memiliki bukti, namun menekankan tindakan keselamatan harus segera dilaksanakan.
“Kalau itu urusan penegakan hukum, masyarakat silakan mengajukan tuntutan kepada perusahaan. Tetapi yang saya bicarakan adalah bagaimana menyelamatkan masyarakat,”
Rekomendasi pemulihan dan pengawasan
Selain pemulihan kualitas air, Risma menyebut kemungkinan perbaikan lingkungan melalui penanaman vegetasi dan rehabilitasi kawasan. Namun, langkah restorasi harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan lapangan karena vegetasi saja tidak selalu cukup untuk mengatasi pencemaran air.
Pengawasan pengelolaan limbah pertambangan dan penyediaan sumber air alternatif yang aman menjadi rekomendasi penting untuk melindungi warga jangka pendek dan panjang.
Dengan mengutamakan keselamatan warga dan memastikan bukti ilmiah atas sumber pencemaran, penanganan diharapkan tidak hanya memulihkan lingkungan tetapi juga memberikan kepastian mengenai potensi risiko kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Hasto Usul Moratorium Hutan dan Tata Ruang untuk Atasi Karhutla
Hasto usulkan moratorium alih fungsi hutan dan pembenahan tata ruang sebagai solusi jangka panjang mengatasi...
Kader PDI-P Diminta Konsolidasi untuk Jadi Wakil Bupati Ponorogo
Ir. Budi Sulistyono (Kanang) minta kader PDI-P yang ingin maju sebagai Wakil Bupati Ponorogo rangkai dukunga...
Lamongan Dorong Perda Tata Niaga untuk Lindungi Petani Tembakau
Fraksi PDI Perjuangan Lamongan mengawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau untuk menetapkan...
Hasto: Merawat Pertiwi Harus Perkuat Ekonomi Warga Pesisir
Hasto Kristiyanto minta Gerakan Merawat Pertiwi beri manfaat ekonomi langsung bagi warga pesisir lewat UMKM...
Hasto: Gerakan Merawat Pertiwi Harus Dongkrak Ekonomi Pesisir
Hasto menyatakan Gerakan Merawat Pertiwi harus menghubungkan pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi...
Pemberantasan Narkoba Jatim Perlu Diperkuat hingga Permukiman
DPRD Jatim dorong pencegahan narkoba sampai permukiman setelah Polda Jatim mengungkap 1.870 kasus dan 2.382...