Politik

Gen Z Ikuti Sekolah Partai PDIP Jatim: Pengalaman Pertama dan Pemanfaatan AI

Bagikan:
Kader Gen Z mengikuti Sekolah Partai PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya

Surabaya — Tiga kader muda Generasi Z berbagi pengalaman perdana mereka terjun ke dunia politik saat menghadiri Sekolah Partai PDI Perjuangan Jawa Timur di Palm Hotel Surabaya, Sabtu (17/10/2026). Mereka menilai materi dan suasana pelatihan menarik serta melampaui ekspektasi, sekaligus mengenalkan penggunaan AI dalam pembekalan kader.

Pengalaman pertama kader Gen Z

Briliant Gracio (24) dari Sidoarjo menyebut acara itu sebagai pengalaman politik pertamanya. Menurutnya, sesi pembukaan memberi gambaran jelas tentang aktivitas partai dan jalur keterlibatan bagi anak muda.

“Sesuai banget sih dan jujur ya ini lebih dari ekspektasi,” kata Briliant.

Briliant yang akrab disapa Billy menilai PDI Perjuangan bukan sekadar organisasi politik, tetapi juga menjadi rumah bagi generasi muda untuk menyampaikan ide dan aksi sosial.

“PDI Perjuangan itu tidak hanya sebuah partai, tapi juga itu menjadi rumah bagi teman-teman, yang khususnya teman-teman Gen Z,” ujar Billy.

Pergeseran persepsi dan manfaat pendidikan politik

Anisa Puji (23) dari Kediri awalnya mengaku tidak mengenal detail soal partai sebelum bergabung. Namun setelah mengikuti rangkaian materi, ia merasa mendapat bekal penting untuk masa depan.

“Sebelum masuk PDIP itu aku enggak tahu sih PDIP itu apa. Yang aku tahu cuma PDIP itu partai,” kata Anisa.

Setelah mengikuti Sekolah Partai, Anisa menyatakan pelatihan itu informatif dan berguna untuk perjalanan hidupnya.

“Jujur ini baru pertama kali ikut sekolah PDI ya, tapi ternyata asik dan seru dan yang lebih penting juga ilmunya. Ilmu tentang politik partai itu sangat berguna sekali untuk hidupku dan in my future,” tutur Anisa.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran politik di kalangan muda agar tidak buta terhadap kondisi negara.

“Kalau kita enggak tahu politik, kita enggak tahu negara,” tegas Anisa.

Interaksi, keberanian berpendapat, dan jejaring

Sonia Romadona (23) dari Pasuruan mengaku sempat membawa stigma awal, namun berubah setelah berinteraksi dengan peserta lain. Ia menyebut suasana menjadi lebih dinamis karena banyak peserta Gen Z dan milenial.

“Dulu sebelum awal tahu PDIP itu, PDIP itu kayak banyak orang tuanya, tapi setelah aku masuk seru apalagi banyak Gen Z milenial yang ikut,” kata Sonia.

Sonia menilai materi dan diskusi di Sekolah Partai melatih keberanian berpendapat dan membangun jaringan pertemanan yang bermanfaat.

“Zaman sekarang jadi anak muda itu harus kritis dan enggak boleh manut dengan apa yang kita lihat,” tambah Sonia.

Inovasi: pemanfaatan AI dalam pembekalan

PDI Perjuangan DPD Jawa Timur memberi nuansa baru khusus untuk peserta Gen Z dengan memasukkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam setiap materi pembekalan. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menyesuaikan metode pendidikan politik dengan kemampuan dan kebutuhan generasi digital.

Dengan kombinasi materi tradisional dan teknologi, penyelenggara berharap para kader muda lebih siap memahami politik praktis dan berkontribusi produktif di level lokal maupun nasional.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait