Politik

PDI Perjuangan Jatim Kembangkan AI untuk Pendidikan Politik Nasional

Bagikan:
Kegiatan Sekolah Partai PDI Perjuangan Jatim tentang AI untuk pendidikan politik di Palm Hotel Surabaya

Surabaya — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengembangkan materi pendidikan politik berbasis Artificial Intelligence (AI) yang kini dilirik Dewan Pimpinan Pusat untuk dijadikan contoh nasional. Inisiatif ini dikenalkan pada acara Sekolah Partai di Palm Hotel Surabaya, Sabtu (17/10/2026), dan rencananya akan disebarkan ke seluruh DPD dan DPC se-Indonesia dengan syarat atribusi jelas.

Inisiatif dan rencana penyebaran

Pengembangan kurikulum digital berbasis AI dibuat untuk menyelaraskan metode pendidikan ideologi bagi generasi muda. Tim DPD memperkenalkan materi itu kepada sekitar 106 peserta, mayoritas Gen-Z dari Jawa Timur dan pendaftar umum hasil rekrutmen terbuka.

Menurut Sekretaris DPD, Deni Wicaksono, DPP menyambut baik gagasan tersebut dan akan mempertimbangkan materi itu sebagai acuan tingkat provinsi dan kabupaten. Namun, pihaknya mengajukan syarat agar atribusi karya tetap dicantumkan.

"Alhamdulillah, apa yang dilakukan kawan-kawan diapresiasi, bahkan akan dijadikan bahan materi untuk provinsi dan kabupaten yang lain. Tadi saya sampaikan ke Pak Logos bahwa syaratnya harus tetap dicantumkan bahwa itu adalah hasil kerja DPD," ujar Deni Wicaksono.

Sasaran: Gen-Z dan format pembelajaran baru

Materi AI ini dirancang untuk menarik minat anak muda yang memiliki rentang perhatian pendek dan menuruninya budaya membaca. Penyajian dibuat visual dan ringkas agar pesan ideologi mudah dicerna.

"Lalu kita akan fokus merekrut sebanyak-banyaknya, khususnya anak muda, karena ke depan anak muda yang jadi penentu," kata Deni.

Tim menekankan visualisasi konten agar nilai-nilai Bung Karno dan cita-cita bangsa tersampaikan tanpa membuat Gen-Z jenuh.

Alasan adopsi AI dan dampaknya

Penggunaan AI dinilai sebagai respons terhadap pergeseran perilaku audiens muda yang mudah jenuh terhadap materi berdurasi panjang. Dengan format yang lebih singkat dan visual, diharapkan pesan ideologi lebih efektif terserap.

Pihak DPD menyebut kebijakan ini berpotensi menjadi langkah bersejarah sebagai partai politik pertama yang memanfaatkan teknologi AI untuk sosialisasi ideologi di Indonesia.

Tanggapan dan proses lanjutan

Perwakilan Sekolah Partai DPD, Agis, mengonfirmasi kabar dari Jakarta bahwa video AI itu akan dijadikan acuan bagi DPC dan DPD se-Indonesia. Mereka membuka ruang perbaikan dan masukan agar materi sesuai selera Gen-Z.

"Kabar dari Jakarta, video AI kita mau dijadikan acuan untuk DPC dan DPD se-Indonesia. Kita akan coba tetap memperbaiki dan menerima masukan, karena kita maunya apa yang kita ajarkan bisa dicerna secara kekinian sesuai selera Gen-Z," ujar Agis.

Dengan langkah ini, DPD berharap materi ideologi yang lugas dan visual bisa menjadi benteng literasi bagi Gen-Z, mengurangi risiko disinformasi, dan mempersiapkan pemilih muda menyongsong Pemilu 2029.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait