PDI Perjuangan Usulkan 5 Langkah Cegah Gelombang PHK di Jatim
SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengajukan lima langkah konkret kepada Pemprov Jatim untuk mencegah dan menangani gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah data hingga Mei 2026 menunjukkan 2.332 pekerja PHK dan sekitar 4.400 pekerja berpotensi terdampak. Usulan itu mencakup sistem peringatan dini, pemetaan tenaga kerja, dan pembenahan 16 Balai Latihan Kerja (BLK).
Data PHK di Jawa Timur
Angka PHK di Jatim bergerak fluktuatif sepanjang awal 2026. Pemerintah daerah diminta membaca tren ini sebelum jumlah korban bertambah. Berikut rinciannya per bulan Januari–Mei 2026:
| Bulan | Jumlah PHK |
|---|---|
| Januari | 437 |
| Februari | 582 |
| Maret | 687 |
| April | 496 |
| Mei | 130 |
Sementara data nasional Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 23.470 pekerja terkena PHK pada periode yang sama.
Sistem peringatan dini dan pemetaan pekerja
Wakil Ketua Fraksi, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan pemerintah tidak boleh menunggu surat PHK beredar. Pemerintah perlu membangun sistem peringatan dini yang melibatkan pemda, dunia usaha, dan serikat pekerja untuk mendeteksi penurunan produksi atau pengurangan shift.
Kalau perusahaan mulai mengurangi produksi, shift, jam kerja atau pesanan, itu harus menjadi sinyal bagi pemerintah. Jangan sampai pemerintah baru tahu setelah surat PHK dibagikan kepada pekerja
Renny juga meminta pemetaan detail terhadap sekitar 4.400 pekerja berpotensi terdampak: perusahaan, sektor, jenis pekerjaan, kompetensi, dan peluang penyerapan kembali. Pemetaan semacam ini dimaksudkan agar intervensi bersifat terarah, bukan umum.
Transformasi BLK: bukan pabrik sertifikat
Renny memperingatkan 16 BLK di Jawa Timur tidak boleh sekadar mengeluarkan sertifikat. BLK harus berperan sebagai pusat transisi pekerjaan yang mengintegrasikan profiling, pelatihan, sertifikasi, job matching, hingga penempatan kerja.
BLK jangan sampai menjadi pabrik sertifikat. Peserta dilatih, mendapat sertifikat, tetapi setelah itu kembali menganggur
Untuk pekerja yang tidak terserap industri, pemerintah perlu jalur alternatif seperti pendampingan wirausaha, akses pembiayaan, dan pengembangan usaha mikro.
Lima langkah konkret
- Membangun sistem peringatan dini PHK.
- Memetakan sekitar 4.400 pekerja yang berpotensi terdampak secara detail.
- Mengubah 16 BLK menjadi pusat transisi pekerjaan.
- Menghubungkan program pelatihan dengan kebutuhan riil industri.
- Menjadikan penempatan kerja sebagai indikator utama keberhasilan BLK.
PHK baru benar-benar selesai ketika pekerja kembali mendapatkan pekerjaan dan penghasilan
Penutup: implikasi kebijakan
Fraksi menekankan dua angka yang harus menjadi alarm Pemprov Jatim: 2.332 pekerja yang sudah kehilangan pekerjaan harus ditangani, dan 4.400 pekerja lain harus dicegah agar tidak kehilangan pekerjaan. Implementasi sistem peringatan dini dan transformasi BLK menjadi langkah awal untuk menekan gelombang PHK dan menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga pekerja di Jawa Timur.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
Warga Sukolilo mengeluh peringkat desil tak sesuai; DPRD minta RT/RW mendata warga untuk pendampingan pengaj...
Ratusan Warga Gelar Tahlil untuk Guruh Soekarnoputra di Bangkalan
Ratusan kader dan warga Bangkalan menggelar doa bersama dan tahlil Jumat malam untuk mengenang tujuh hari wa...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Sosial ke 2.000 Pekerja dan UMKM
PDI Perjuangan menyalurkan ribuan paket kepada 2.000 pekerja informal dan pelaku UMKM di Banyuwangi pada 19-...
Prabowo–Megawati Dijadwalkan Bertemu Lagi pada 17 Oktober 2026
Pertemuan lanjutan Prabowo dan Megawati direncanakan 17 Oktober 2026 setelah pertemuan singkat di kediaman M...
DPRD Minta Timsel Independen dalam Seleksi Direksi 5 BUMD Surabaya
DPRD Surabaya minta Timsel independen agar seleksi direksi lima BUMD bebas tekanan politik; pendaftaran dipe...
Raperda APBD 2027 Bondowoso: DPRD Pertanyakan Utang Rp45 Miliar
Wakil Ketua DPRD Bondowoso minta penjelasan rencana utang Rp45 miliar dalam Raperda APBD 2027, termasuk tuju...