PB HUDA: Ajakan Jaga Etika Kritik dan Hormati Ulama di Medsos
PB HUDA mengajak masyarakat menjaga etika dalam menyampaikan kritik di ruang publik dan menghindari caci maki, fitnah, ujaran kebencian, serta serangan terhadap kehormatan orang lain menyusul maraknya kasus di media sosial, kata Ketua Umum PB HUDA Tgk. Dr. H. Anwar Usman (Abiya Kuta Krueng) di Banda Aceh, Minggu (21/6).
PB HUDA menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dalam Islam harus dijalankan dengan adab, tanggung jawab moral, dan penghormatan terhadap martabat sesama manusia. Hal ini penting untuk menjaga persatuan dan ketertiban sosial.
Kritik Santun sebagai Bagian Demokrasi
Abiya Kuta Krueng mengatakan kritik adalah instrumen penting demokrasi, namun harus disampaikan secara santun, objektif, dan berdasarkan fakta. PB HUDA meminta agar masyarakat tidak membiarkan ruang digital berubah menjadi arena penghinaan pribadi.
Kritik adalah bagian penting dari kehidupan demokrasi dan menjadi instrumen untuk memperbaiki pemerintahan, tetapi kritik harus disampaikan secara santun, objektif, dan tidak berubah menjadi penghinaan terhadap pribadi seseorang.
Organisasi ini juga mendorong pemerintah di segala tingkatan membuka ruang komunikasi yang lebih luas. PB HUDA menilai dialog dua arah diperlukan agar aspirasi masyarakat, mahasiswa, dan kelompok sipil didengar dan ditindaklanjuti.
Peran ulama dan Kekhawatiran PB HUDA
PB HUDA menyatakan prihatin atas munculnya konten media sosial yang menghina ulama di Aceh. Menurut organisasi, ulama memiliki posisi penting dalam membimbing umat dan menjaga akidah serta moral masyarakat.
Perbedaan pandangan dengan ulama boleh terjadi, namun jangan sampai berubah menjadi kebencian, fitnah, atau caci maki. Para ulama adalah pewaris tugas para nabi yang harus dihormati.
Abiya juga mengingatkan bahwa setiap ucapan dan tulisan di media sosial akan dimintai pertanggungjawaban, baik secara hukum maupun di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, penggunaan media sosial harus diarahkan pada solusi, bukan permusuhan.
Seruan Persatuan dan Langkah Konkrit
PB HUDA menyerukan suasana kondusif, dialog sehat, dan semangat saling menghormati untuk menghindari polarisasi berlebihan. Organisasi juga mengajak semua elemen bangsa bekerja sama mencari jalan tengah demi kemaslahatan rakyat.
- Jaga adab dalam menyampaikan kritik.
- Pemerintah membuka ruang komunikasi seluas-luasnya.
- Gunakan media sosial untuk kritik konstruktif dan solusi.
Jangan sampai media sosial menjadi tempat melampiaskan kemarahan dan kebencian. Gunakanlah media sosial sebagai sarana menyampaikan gagasan, kritik yang membangun, ilmu pengetahuan, dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
PB HUDA berharap kritik tetap hidup sebagai bagian dari demokrasi, namun adab, persatuan, dan kepentingan nasional tetap terjaga. Persatuan adalah modal utama untuk menghadapi tantangan masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Pimpin Gotong Royong Tiga Hari di Tanjungtiram untuk Kebersihan
Bupati Batubara pimpin gotong royong tiga hari di Tanjungtiram (18–20 Sep 2026) melibatkan Forkopimda, TNI,...
Batubara Siapkan Tanam 16.000 Pohon Aren, Potensi Nira dan Gula Aren
Bupati Batubara kunjungi penangkaran aren dan rencanakan penanaman 16.000 pohon untuk kembangkan nira dan gu...
ASN Batubara Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional 17 September 2026
ASN Pemkab Batubara menggelar upacara HKN pada 17 September 2026 untuk menegaskan disiplin, profesionalisme,...
BKAD Tapanuli Utara dan IT Del Uji Coba SIKAT-BENCANA
BKAD Tapanuli Utara bersama IT Del menguji prototipe SIKAT-BENCANA untuk mempercepat pengelolaan BTT dan pen...
Kontainer Alkes Tiba di RSUD Sabang, Status Kontrak di Inaproc Disorot
Kontainer alkes tiba di RSUD Sabang (19/9) meski ada klaim pembatalan kontrak; penyedia mengacu pada status...
Ratusan Warga Aceh Besar Terima Beras Bulog, 39 Nama Hilang dari Data
Ratusan warga Aceh Besar menerima beras Bulog periode Juli–September 2026; 39 nama hilang dari data sementar...