Wamenkes: Cek Kesehatan Gratis Kunci Hadapi Obesitas dan NCD
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono meminta masyarakat rutin memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi dini obesitas dan penyakit tidak menular. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026, menyusul kenaikan prevalensi obesitas yang kini mencapai sekitar satu dari tiga orang di Indonesia. Langkah ini dimaksudkan menekan komplikasi serta biaya kesehatan di masa depan melalui deteksi risiko lebih awal.
Lonjakan obesitas dan beban ganda
Dante menyoroti perubahan pola hidup dan kemudahan akses makanan sebagai pemicu peningkatan obesitas dewasa. Kondisi tersebut beriringan dengan masalah stunting pada anak, sehingga menciptakan double burden gizi di Tanah Air. Menurutnya, tren ini perlu ditangani segera agar tidak menurunkan kualitas hidup dan produktivitas generasi mendatang.
Perubahan budaya, termasuk kemudahan memperoleh makanan, ikut mendorong kenaikan obesitas. Saat ini sekitar satu dari tiga orang di Indonesia mengalami obesitas, sehingga kita menghadapi double burden, yakni stunting pada anak dan obesitas pada orang dewasa
Peran Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan berkala lewat program CKG. Pemeriksaan ini bertujuan menemukan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kadar gula, atau indikator lain sebelum berkembang menjadi penyakit kronis. Dengan deteksi dini, intervensi dapat dilakukan lebih awal dan pembiayaan pengobatan jangka panjang diharapkan berkurang.
Dengan Cek Kesehatan Gratis, kita berharap faktor risiko penyakit bisa diketahui lebih dini. Sehingga pembiayaan kesehatan lebih rendah, masyarakat lebih sehat, dan angka harapan hidup semakin tinggi
Fokus pada generasi masa depan
Dante menekankan pentingnya memulai upaya sejak anak-anak untuk menyiapkan Generasi Emas 2045 yang sehat. Pemerintah mengimbau pemeriksaan idealnya dilakukan setiap tahun di puskesmas agar tumbuh kembang anak tidak terhambat oleh penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
Kita mulai dari anak-anak karena ingin menciptakan Generasi Emas 2045 yang sehat. Karena itu, manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis secara berkala, idealnya setiap tahun di puskesmas
Langkah praktis bagi masyarakat
Masyarakat dianjurkan mengunjungi puskesmas setempat untuk mengikuti CKG dan berkonsultasi jika ditemukan risiko. Selain itu, perubahan gaya hidup seperti pola makan seimbang dan aktivitas fisik perlu diterapkan secara konsisten untuk mencegah obesitas dan penyakit tidak menular.
Upaya deteksi dini lewat CKG menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mengurangi beban penyakit tidak menular sambil memperbaiki status gizi anak dan dewasa di Indonesia.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
IDAI Minta Media Edukasi Masyarakat soal Influenza pada Anak
IDAI mengimbau media edukasi masyarakat soal peningkatan kasus influenza pada anak dan dorong vaksinasi sert...
Kasus Influenza Anak Meningkat di Kota Besar, IDAI Ingatkan Risiko
IDAI melaporkan lonjakan kasus influenza anak di kota besar sejak 18 Sept 2026, mendorong perhatian pada kel...
Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi setelah Kandungan Tidak Sesuai
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi per 15 Sept 2026 setelah ditemukan ketidaksesuaian klaim dan k...
6 Cara Mudah Meredakan Nyeri Haid Tanpa Obat
Enam langkah sederhana seperti terapi panas, hidrasi, pijat, dan olahraga ringan dapat membantu meredakan ny...
Tirta Dental Buka Cabang Tebet, Layanan Gigi Terpadu
Tirta Dental membuka cabang di Tebet dengan layanan gigi terpadu, fasilitas modern, tim berpengalaman, serta...
DPR Minta Pembiayaan JKN 2027 Dipastikan Jaga Akses Kelompok Miskin
Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto meminta pemerintah menjamin pembiayaan JKN 2027 agar akses layanan bagi k...