Kesehatan

Wamenkes: 650 Ribu Anak Zero-Dose Vaksin per Tahun, Ini Penyebabnya

Bagikan:
Wamenkes Dante Saksono menjelaskan penyebab tingginya angka zero-dose vaksin di depan publik

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyatakan sekitar 650 ribu anak di Indonesia setiap tahun berstatus zero-dose, yakni belum memperoleh imunisasi sampai usia satu tahun menurut kriteria WHO. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Definisi dan angka nasional

Dante menjelaskan status zero-dose merujuk pada anak yang belum menerima imunisasi DPT-1 sampai usia satu tahun. Angka 650 ribu tersebut dihitung dari sekitar 5 juta kelahiran tiap tahun di Indonesia.

"Zero-Dose Vaksin itu adalah anak-anak yang belum sama sekali mendapatkan imunisasi sampai dengan umur satu tahun. Imunisasi DPT-1 menurut kriteria WHO,"

Posisi Indonesia dan tanggung jawab bersama

Menurut Dante, Indonesia berada pada peringkat kelima dunia dalam jumlah kasus zero-dose. Ia menekankan masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga masyarakat, pemangku kepentingan, dan media untuk meningkatkan edukasi.

Penyebab: faktor supply dan demand

Dante memaparkan bahwa penyebab zero-dose tidak semata soal keberadaan vaksin, melainkan kombinasi faktor supply dan demand. Faktor supply berkaitan dengan keterbatasan akses di wilayah terluar dan 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

"Bukan soal masalah vaksinasi dan tidak vaksinasi saja, tapi ada aspek internal yang seribu sebagai faktor internal dan faktor eksternal. Ada faktor suplai dan ada faktor demand, faktor suplainya adalah karena memang ada beberapa daerah di Indonesia yang sulit dijangkau,"

Contoh kendala geografis

Dante memberi contoh kendala di lapangan yang memperpanjang waktu pelayanan imunisasi. Di beberapa wilayah Papua, perjalanan dari kecamatan ke dusun memakan waktu sangat lama. Begitu pula di daerah kepulauan, gelombang laut tinggi kerap menghambat jadwal imunisasi.

  • Perjalanan darat atau sungai yang jauh di wilayah pegunungan dan pedalaman.
  • Gangguan cuaca dan gelombang laut pada daerah kepulauan.
  • Keterbatasan tenaga kesehatan dan fasilitas di daerah 3T.

Permasalahan informasi dan hoaks

Di sisi demand, masih ada masyarakat yang memiliki pemahaman keliru tentang imunisasi dan terpapar informasi palsu. Dante menekankan pentingnya terus menyampaikan informasi yang benar agar cakupan imunisasi meningkat.

"Masih ada masyarakat yang mempertimbangkan dan mempunyai pengetahuan yang salah mengenai imunisasi... kemudian hoaks-hoaks imunisasi, ini yang harus kita luruskan kepada masyarakat,"

Implikasi dan langkah ke depan

Angka zero-dose yang masih tinggi menunjukkan kebutuhan koordinasi lintas sektor. Selain peningkatan layanan di daerah sulit dijangkau, upaya edukasi publik dan penanggulangan hoaks menjadi kunci agar lebih banyak anak terlindungi melalui imunisasi.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait