Kemenkes-BGN Perkuat Program MBG Bersama Pakar Gizi
Kementerian Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN) mengumpulkan masukan dari pakar gizi pada Rabu, 5 Agustus 2026 di Jakarta Selatan untuk memperkuat tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan membahas porsi menu, sanitasi, keamanan pangan, pelibatan ahli gizi, dan peran pemerintah daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
Dialog terbuka dengan para ahli
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah terbuka menerima masukan ahli untuk menyempurnakan pelaksanaan MBG. Ia menekankan pentingnya mendengarkan masukan tersebut karena tujuan semua pihak sama: memperbaiki program demi kebaikan masyarakat.
Kita mengundang para ahli gizi, termasuk yang selama ini sering memberikan masukan. Kami merasa masukan-masukan itu harus didengar karena tujuannya sama, yakni untuk kebaikan program
Rekomendasi teknis yang muncul
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan hasil diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi teknis. Fokus utama antara lain pengaturan porsi, prinsip 3T, dan penguatan keamanan pangan agar risiko keracunan dapat diminimalkan.
Rekomendasi yang disoroti meliputi:
- Penentuan porsi gizi sesuai kebutuhan anak dan kelompok rentan.
- Penerapan prinsip 3T untuk pengawasan dan tanggap terhadap masalah gizi.
- Penguatan tata kelola keamanan pangan dan standar sanitasi di lokasi distribusi.
- Pelibatan ahli gizi dalam perencanaan dan implementasi menu serta monitoring.
Kami ingin lebih banyak mendapatkan input, masukan, dan melibatkan kolaborasi dengan banyak pihak. Kami mengakui banyak pihak yang sangat peduli dan sayang terhadap program MBG ini
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan
Sudaryono menegaskan bahwa kolaborasi antarkementerian, lembaga, dan pemerintah daerah diperlukan untuk mengoptimalkan manfaat MBG. Ia berharap diskusi ini tidak berhenti di pertemuan sekarang, melainkan berkelanjutan untuk perbaikan program.
Hari ini kami mendapatkan banyak insight, mulai dari porsi, keamanan pangan agar tidak terjadi keracunan, pelibatan ahli gizi, hingga kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Saya berharap ini bukan menjadi diskusi yang terakhir, tetapi terus berlanjut untuk menyempurnakan program MBG
Tindak lanjut dan harapan
BGN memastikan seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut. Seluruh masukan tersebut akan diolah untuk menyempurnakan pelaksanaan MBG sehingga manfaat program dapat optimal bagi masyarakat dan mendukung perbaikan gizi berkelanjutan.
Dengan langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmen memperbaiki tata kelola MBG melalui masukan ahli dan kerja sama lintas sektor. Pemantauan dan implementasi rekomendasi mendatang akan menentukan sejauh mana program dapat mencapai target perbaikan gizi.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
IDAI Minta Media Edukasi Masyarakat soal Influenza pada Anak
IDAI mengimbau media edukasi masyarakat soal peningkatan kasus influenza pada anak dan dorong vaksinasi sert...
Kasus Influenza Anak Meningkat di Kota Besar, IDAI Ingatkan Risiko
IDAI melaporkan lonjakan kasus influenza anak di kota besar sejak 18 Sept 2026, mendorong perhatian pada kel...
Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi setelah Kandungan Tidak Sesuai
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi per 15 Sept 2026 setelah ditemukan ketidaksesuaian klaim dan k...
6 Cara Mudah Meredakan Nyeri Haid Tanpa Obat
Enam langkah sederhana seperti terapi panas, hidrasi, pijat, dan olahraga ringan dapat membantu meredakan ny...
Tirta Dental Buka Cabang Tebet, Layanan Gigi Terpadu
Tirta Dental membuka cabang di Tebet dengan layanan gigi terpadu, fasilitas modern, tim berpengalaman, serta...
DPR Minta Pembiayaan JKN 2027 Dipastikan Jaga Akses Kelompok Miskin
Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto meminta pemerintah menjamin pembiayaan JKN 2027 agar akses layanan bagi k...