DPRD Jember Ajak Warga Awasi Penyusunan APBD
Anggota DPRD Kabupaten Jember Edi Cahyo Purnomo mengimbau masyarakat ikut mengawal penyusunan APBD agar program daerah berjalan sesuai perencanaan dan tepat sasaran.
JEMBER — Anggota DPRD Kabupaten Jember, Edi Cahyo Purnomo, mengajak masyarakat aktif mengawasi proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ajakan itu disampaikan saat reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Jumat (17/7/2026), untuk memastikan anggaran berasal dari aspirasi rakyat dan digunakan secara akuntabel.
Peran masyarakat dalam pengawalan anggaran
Edi, yang akrab disapa Ipung, menekankan pentingnya keterlibatan publik. Menurutnya, pengawasan warga menjadi penopang tata kelola anggaran yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ia mengingatkan bahwa anggaran APBD bersumber dari pajak masyarakat, sehingga masyarakat berhak mengetahui dan mengawasi perencanaannya.
“Uang yang dikelola dalam APBD berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, masyarakat berhak mengetahui sekaligus mengawasi bagaimana anggaran tersebut direncanakan dan digunakan,”
Tahapan perencanaan yang harus dijaga
Politisi PDI Perjuangan ini merinci alur perencanaan yang harus dilalui setiap program pembangunan. Aspirasi masyarakat dikumpulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD, lalu diinput ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Selanjutnya usulan dibahas dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), berlanjut ke pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), hingga penetapan menjadi APBD. Edi meminta warga tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga mengawal pembahasan hingga realisasi.
“Komitmen kami di DPRD adalah mengawal aspirasi masyarakat sampai benar-benar terealisasi. Jangan sampai muncul program yang tidak melalui proses perencanaan, tetapi tiba-tiba bisa dilaksanakan,” tegasnya.
Dorongan untuk UMKM memanfaatkan digital
Selain soal transparansi anggaran, Edi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat daya saing melalui teknologi digital. Ia mengatakan UMKM perlu memperluas pasar mandiri dan tidak bergantung pada belanja pemerintah.
Untuk itu, DPRD berencana menginisiasi pelatihan pemasaran digital. Tujuannya agar pelaku usaha mampu memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk meningkatkan jangkauan pasar serta omzet.
Penutup
Bagi Edi, penguatan pengawasan APBD dan pemberdayaan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan. Langkah ini dinilai penting agar pembangunan daerah tidak hanya akuntabel, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ketua DPRD Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS
Ketua DPRD Malang minta Pemkot perketat pengawasan perusahaan soal kepesertaan BPJS setelah ada peserta nona...
Khitan Gratis di Magetan, PDI Perjuangan Gelar Layanan Rutin
DPC PDI Perjuangan, komunitas, dan Muhammadiyah Ngariboyo menggelar khitan gratis rutin setiap Jumat untuk m...
Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Soekarno Run Banyuwangi 20 Sept 2026 menampilkan pelari dengan kostum adat, tokoh pewayangan, dan kreasi mod...
Anak Usia Dini Ikut Soekarno Run BWX 2026, Peserta Termuda 4 Tahun
Anak-anak ikut Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi; peserta termuda 4 tahun dan kategori 1K jadi ruang penge...
Eri Cahyadi Tekankan Semangat Berdiri di Kaki Sendiri di Soekarno Run
Eri Cahyadi mengajak peserta Soekarno Run BWX 2026 menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kemandirian,...
Romy Ajak Gen Z Kuasai Pengawasan Pemilu Jelang 2029
Romy Soekarno dorong Gen Z pahami pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2029, waspadai hoaks, AI, dan politi...