DPRD Dukung Digitalisasi Pajak Trenggalek, Jangan Bebani Warga
TRENGGALEK — Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi menegaskan kebijakan pajak daerah harus berpihak kepada masyarakat dan tidak memberatkan di tengah tantangan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan usai rapat paripurna pada Jumat, 17 Juli 2026, terkait jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap perubahan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. DPRD juga menyatakan dukungan pada digitalisasi sistem perpajakan untuk memperkuat transparansi dan mencegah kebocoran penerimaan.
DPRD: Pajak Tidak Boleh Membebani
Doding Rahmadi menegaskan DPRD akan mengawal setiap kebijakan perpajakan. Pengawasan dilakukan agar asas keadilan tetap diutamakan dan kondisi ekonomi warga dipertimbangkan. Ia meminta pemda menjaga keseimbangan antara efisiensi penerimaan dan kemampuan bayar masyarakat.
"Di tengah efisiensi, semua harus memahami kondisi di lapangan. Jangan sampai pajak membebani masyarakat,"
Digitalisasi Pajak untuk Transparansi dan Pencegahan Kebocoran
DPRD memberi sinyal positif terhadap rencana digitalisasi sistem pajak yang diinisiasi eksekutif. Menurut Doding, sistem digital memberi kemudahan layanan kepada wajib pajak sekaligus meningkatkan akuntabilitas penerimaan daerah. Data yang terekam digital juga diharapkan menutup celah kebocoran.
"Kami mendukung upaya bupati untuk digitalisasi. Memang daerah harus kreatif di tengah perkembangan zaman,"
Arah Penggunaan Penerimaan Pajak
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menjelaskan digitalisasi pajak menjadi strategi memperkuat transparansi dan menutup potensi kebocoran. Ia menegaskan setiap penerimaan harus dapat dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.
"Kami berusaha agar perlunya digitalisasi pajak. Ini juga dalam rangka mengantisipasi kebocoran, termasuk meningkatkan transparansi sehingga penggunaannya bisa dipertanggungjawabkan,"
Sebagai contoh, Bupati menyebut bahwa penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor akan diarahkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang terkait langsung dengan objek pajak, seperti perbaikan jalan dan sarana pendukung lainnya.
Langkah Pemerintah dan DPRD
Pemerintah daerah dan DPRD sepakat melanjutkan beberapa langkah untuk memperbaiki tata kelola perpajakan. Langkah tersebut mencakup:
- Optimasi transaksi digital untuk meminimalkan kebocoran.
- Peningkatan sosialisasi kepada wajib pajak tentang hak dan kewajiban.
- Pengawasan reguler DPRD terhadap implementasi perubahan Perda.
Keduanya menegaskan komitmen pada transparansi agar masyarakat mengetahui dengan jelas tujuan penggunaan pajak yang mereka bayarkan. Kesepakatan ini diharapkan mendorong pengelolaan pendapatan daerah yang lebih akuntabel dan bersandar pada keadilan sosial.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Dewanti Dorong Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD Usai Banjir Malang
Dewanti Rumpoko minta reboisasi hutan gundul jadi prioritas RPJMD setelah banjir dan longsor melanda tujuh k...
DPRD Jatim Dorong Perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, Kediri
DPRD Jatim mendorong perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, dan Kediri; realisasi terganjal biaya sekitar...
Majapahit Digital Didorong Jadi Platform Pengaduan Publik Terpadu
Saifudin Zuhri mendesak Majapahit Digital dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan w...
PDI-P Dorong Majadigi Jadi Platform Pengaduan Terpadu
Saifudin Zuhri minta Majadigi dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan warga di Jati...
Harvard Kurniawan Dorong Optimalisasi Lapangan Olahraga Melalui Mabol
Harvard Kurniawan mendorong Pemkot Malang perbaiki lapangan kelurahan dan gelar mabol rutin di Stadion Gajay...
Buleks Minta Pengawasan RHU Surabaya Perketat Keamanan
Anggota DPRD Budi Leksono minta pengawasan RHU Surabaya diperkuat dengan SOP, tenaga kesehatan, dan layanan...