Peresmian Renovasi Makam Djasamen Saragih di Pematangsiantar
Pematangsiantar — Wali Kota Pematangsiantar Wesly menghadiri peresmian renovasi makam tokoh Simalungun, Djasamen Saragih Sumbayak, di Aman Raya, Simalungun, Selasa (4/8). Acara ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh para tokoh daerah dan dimaksudkan sebagai penghormatan atas jasa serta keteladanan almarhum dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Peresmian dan makna sejarah
Peresmian makam bukan sekadar pembukaan fisik lokasi yang direnovasi. Menurut Wali Kota, kegiatan ini memperkuat ingatan kolektif tentang perjuangan dan pengabdian pendahulu. Penandatanganan prasasti menyempurnakan seremoni sebagai tanda resmi peresmian.
'Hari ini kita tidak sekedar meresmikan sebuah makam yang telah merenovasinya, tapi kita sedang memperkuat ikatan sejarah, mengenang nilai-nilai perjuangan, keteladanan dan pengabdian yang terwariskan dari almarhum Djasamen Saragih',
Respons pejabat dan tokoh daerah
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih Sumbayak memberi apresiasi atas terlaksananya renovasi. Ia menilai makam tersebut memiliki nilai lebih selain penghormatan, yaitu potensi sebagai destinasi wisata sejarah dan pendidikan untuk mengenalkan nilai perjuangan kepada generasi muda.
Wakil Ketua DPRD Simalungun Jefra Hasudungan Manurung juga menyampaikan terima kasih atas inisiatif renovasi sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa tokoh daerah. Sementara cicit almarhum, Patra Saragih Sumbayak, berharap makam itu terus dirawat sebagai bagian dari warisan sejarah Simalungun.
Jejak Djasamen Saragih dalam pelayanan kesehatan
Ketua Umum Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (PACS) Sarmedi Purba memaparkan konteks sejarah. Ia menyatakan bahwa menjadi dokter pada era 1930-an adalah perjuangan besar. Pendidikan kedokteran kala itu sangat terbatas dan akses untuk pribumi diatur oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Sarmedi menambahkan bahwa sekitar tahun 1943 Djasamen Saragih berpindah ke Pematangsiantar. Perannya kemudian menjadi kondisi penting dalam perkembangan pelayanan kesehatan di kota itu. Nama almarhum kini diabadikan pada RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Penutup: harapan dan manfaat jangka panjang
Acara yang berlangsung khidmat itu diakhiri penandatanganan prasasti. Para penyelenggara berharap makam yang telah direnovasi menjadi pengingat jasa, dedikasi, dan semangat pengabdian almarhum bagi masyarakat. Selain itu, situs ini diharapkan menginspirasi generasi penerus untuk terus berkarya dan mengabdi pada publik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...