Film 'Agensi Rumah Tangga' Ajak Publik Lebih Menghargai ART
Film Agensi Rumah Tangga mengajak penonton untuk lebih menghargai asisten rumah tangga (ART) lewat balutan drama dan komedi. Sutradara Naya Anindita memperkenalkan konsep ini saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. Film produksi Starvision Plus dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 10 September 2026.
Ide dan pesan film
Naya mengatakan cerita lahir dari riset dan pemahaman terhadap kehidupan ART. Ia ingin memperlihatkan bahwa ART bukan sekadar pelengkap rumah tangga, melainkan pekerja yang berhak mendapat penghargaan.
"Berdasarkan dari pemahaman saya terhadap buku dan tentang ART dan dunianya, saya merasa bahwa ini film penting. Walaupun kita mengemasnya dengan sangat ringan banyak unsur komedi,"
Naya menegaskan film ini menyoroti realitas perempuan pekerja dengan latar belakang berbeda. Tema utama menyentuh perjuangan mencari kehidupan lebih baik sekaligus memenuhi tanggung jawab keluarga masing-masing.
Riset dan representasi
Menurut Naya, riset produksi membuka pandangan tentang berbagai tantangan yang dihadapi pekerja rumah tangga. Ia menyebut masalah tempat tinggal yang kurang layak dan keterbatasan ruang untuk menyampaikan hak sebagai pekerja.
Lebih jauh, Naya menggambarkan bagaimana tuntutan sosial seringkali melebihi upaya untuk memperjuangkan hak-hak ART. Ia berharap kemasan ringan dan unsur komedi dapat memicu diskusi publik tentang perlakuan yang lebih adil.
Peran pemeran dan proses akting
Pemeran utama, Enzy Storia, menyampaikan proses mendalami karakter membuka pemahamannya terhadap realitas ART. Pengalaman itu membuatnya semakin menghargai kerja keras asisten rumah tangga yang juga menghidupi keluarga mereka sendiri.
"Kadang-kadang kita menganggap mereka cuma pekerja aja di rumah, padahal mereka juga manusia yang punya hak. Mereka bekerja untuk kita dan punya keluarga yang mereka mau hidupkan juga,"
Enzy menekankan pentingnya melihat ART sebagai individu dengan tanggung jawab dan hak, bukan sekadar peran domestik tanpa pengakuan.
Produksi dan tim kreatif
Film ini diproduseri oleh Chand Parwez dan ditulis oleh Almira Bastari serta Upi. Dengan balutan komedi, Naya mencoba menjaga keseimbangan antara hiburan dan pesan sosial.
Konteks dan harapan ke depan
Agensi Rumah Tangga hadir di tengah perbincangan nasional mengenai perlindungan pekerja domestik. Para pembuat film berharap karya ini mendorong masyarakat untuk menghargai hak dan pengorbanan ART.
Rilis di bioskop pada 10 September 2026 akan menjadi momen awal publik menilai apakah film ini berhasil mengubah persepsi dan memicu diskusi lebih luas tentang kesejahteraan pekerja rumah tangga.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Falcon Pictures Siapkan Remake Midnight Runners versi Indonesia
Falcon Pictures menyiapkan remake Indonesia dari film Korea Midnight Runners, disutradarai Danial Rifki dan...
Maroon 5 Umumkan Tur Asia 2027, Jakarta Tampil 5 Februari
Maroon 5 menggelar tur Asia Januari–Februari 2027; Jakarta dijadwalkan tampil 5 Februari 2027.
Mengenal CGI: Teknologi di Balik Efek Visual Film Modern
CGI (Computer-Generated Imagery) menciptakan efek visual realistis untuk film, gim, arsitektur, dan aplikasi...
5 Lagu Nasional yang Selalu Mengiringi Upacara Kemerdekaan
Lima lagu nasional, termasuk Indonesia Raya dan Hari Merdeka, rutin mengiringi upacara HUT RI, menyimpan pes...
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Penetapan Pajak
Cha Eun Woo mengajukan banding atas penetapan pajak meski telah melunasi kewajiban; agensi Fantagio konfirma...
Reza Rahadian Garap Film 'Casparina', Siap ke Busan 2026
Reza Rahadian menggarap film kedua berjudul Casparina yang akan dipresentasikan di Asian Project Market Busa...