Pawai Muharram 1448 H di Sumenep Diikuti 750 Pelajar
SUMENEP — Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo melepas Pawai Muharram 1448 Hijriah di depan Labang Mesem, Senin (29/6/2026). Kegiatan kolosal itu diikuti sekitar 750 pelajar dari 30 lembaga pendidikan dan menampilkan berbagai atribut bernuansa Islami.
Pelaksanaan dan peserta
Ratusan peserta yang sebagian besar pelajar tampil memukau dengan kostum dan dekorasi religius. Pawai bergerak dari titik kumpul di pusat kota Sumenep dan melewati rute utama yang telah disepakati panitia.
Menurut panitia, seluruh rangkaian Festival Muharram berjalan terstruktur dan sesuai instruksi pemerintah daerah.
Pesan pemimpin daerah
Bupati Fauzi menegaskan pawai bukan sekadar seremonial. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk merawat tradisi lokal dan membentuk karakter generasi muda.
"Insya Allah, Pawai Muharram ini akan kita laksanakan setiap tahun selama saya menjadi bupati,"
Fauzi menambahkan bahwa momentum Tahun Baru Islam harus dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kejujuran, ketahanan, dan integritas pada anak-anak muda.
Penyelenggaraan resmi dan dasar kebijakan
Kabag Kesra Sekdakab Sumenep, Kamiludin, M.A.P., menjelaskan bahwa penyelenggaraan pawai didasarkan pada disposisi Bupati tertanggal 20 Juni 2026. Ia memastikan semua kegiatan legal dan terkoordinasi.
"Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan disposisi Bupati Sumenep tertanggal 20 Juni 2026 tentang pelaksanaan rangkaian kegiatan Bulan Muharram 1448 Hijriah," ujar Kamiludin.
Data resmi panitia mencatat partisipasi sekitar 750 siswa dari 30 lembaga pendidikan, yang menandakan antusiasme peserta dan dukungan sekolah setempat.
Makna sosial dan spiritual
Penyelenggara berharap pawai menjadi pemantik kesadaran kolektif untuk meningkatkan kualitas sosial dan spiritual masyarakat, bukan sekadar tontonan di jalan raya.
"Peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melakukan hijrah menuju perubahan yang lebih baik melalui penguatan keimanan, muhasabah, pembentukan karakter religius, serta mempererat ukhuwah Islamiyah antara pemerintah dan masyarakat,"
Dengan demikian, festival diharapkan terus menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai religius dan kebudayaan lokal yang hidup di Sumenep.
Ke depan, pemerintah daerah menyatakan akan menjadikan pawai sebagai agenda tahunan yang bertujuan memperkuat identitas budaya dan pembentukan karakter generasi muda.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Banyuwangi Studi Banding ke Bojonegoro untuk Raperda Dana Abadi
Bapemperda DPRD Banyuwangi melakukan studi banding ke BPKAD Bojonegoro pada 26 Juni 2026 untuk mematangkan r...
DPRD Surabaya Awasi Renovasi RTLH di Tambak Asri
Tri Didik Adiono meninjau renovasi RTLH di Tambak Asri, memastikan bantuan tepat sasaran dan meningkatkan ku...
Tri Didik Tinjau RTLH di Tambak Asri, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Tri Didik Adiono meninjau RTLH di Tambak Asri (30/6/2026) untuk memastikan renovasi rumah tepat sasaran dan...
Gresik Kirim Ekspor Rajungan ke AS, Sinergi Pemerintah dan Swasta
Bupati Gresik dan Wamen Transmigrasi melepas satu kontainer rajungan ke AS, hasil kolaborasi Kementrans, Pem...
Puan Minta Usut Tuntas Intimidasi terhadap dr. Eliza Princila di TTU
Puan Maharani minta polisi usut tuntas dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila di TTU dan jamin perlin...
Ribuan Warga Saksikan Pentas Jaranan di Blitar, PDI Perjuangan Tekankan Pelestarian Budaya
Ribuan warga menyaksikan pentas jaranan di Kademangan, Blitar (29/6/2026); PDI Perjuangan sebut langkah ini...