Pertamina Pastikan Pasokan BBM Sumatra Aman
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat monitoring distribusi bahan bakar minyak di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatra Barat. Pernyataan itu disampaikan untuk memastikan keandalan pasokan BBM dan antisipasi dinamika operasional, Rabu, 22 Juli 2026.
Perkuatan monitoring dan respons cepat
Pertamina Sumbagut melakukan pemantauan operasional secara berkelanjutan di lapangan. Langkah ini dimaksudkan agar setiap perkembangan dapat segera direspons sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
"Kami terus memperkuat monitoring di seluruh wilayah operasional Regional Sumbagut. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada wilayah yang sebelumnya mengalami peningkatan kebutuhan maupun penyesuaian distribusi, tetapi juga di seluruh area layanan," ujar Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR.
Langkah operasional di Aceh dan Riau
Di Aceh, optimalisasi mencakup Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM. Pertamina menambah jam layanan terminal dan meningkatkan frekuensi pengiriman mobil tangki.
Jam layanan meningkat rata-rata dari delapan jam menjadi 14 jam per hari, termasuk operasional hari Minggu. Frekuensi pengiriman mobil tangki dinaikkan hingga sekitar 65 persen untuk mempercepat distribusi.
"Ini bagian dari penguatan operasional. Pertamina juga mengoptimalkan skema alih suplai antar terminal sehingga pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga," kata Fahrougi.
Monitoring jalur logistik dan wilayah kepulauan
Untuk Riau, pemantauan stok BBM berjalan berkala, termasuk memastikan kelancaran lewat jalur utama seperti Jalan Lintas Sumatera. Koridor ini penting bagi penyaluran ke fuel terminal dan SPBU di daerah sekitarnya.
Di Kepulauan Riau, Pertamina memastikan stok dalam kondisi aman dan penyaluran ke seluruh SPBU berjalan lancar melalui pengawasan berkesinambungan.
Koordinasi lintas pihak dan imbauan publik
Pertamina menegaskan peran koordinasi lintas fungsi dan sinergi dengan berbagai pihak untuk menjaga distribusi. Keterlibatan pemda dan aparat keamanan menjadi bagian dari langkah antisipatif.
- Pemerintah daerah
- Aparat keamanan
- Hiswana Migas
- Stakeholder terkait di lapangan
"Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga keandalan distribusi energi. Pertamina akan terus melakukan evaluasi dan langkah-langkah antisipatif agar masyarakat tetap memperoleh layanan energi yang aman, lancar, dan berkelanjutan," ujar Fahrougi.
Fahrougi mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan di SPBU resmi Pertamina dan tidak melakukan panic buying. Untuk informasi produk dan layanan, masyarakat dapat menghubungi layanan pelanggan resmi Pertamina.
Pertamina menegaskan pasokan BBM di wilayah Sumbagut dalam kondisi aman, dan perusahaan akan terus memantau serta menyesuaikan operasional sesuai kebutuhan lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Sejumlah Rumah Rusak
Gempa M 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Okt 2026, merusak sejumlah rumah dan membuat warga batal ber...
APP Group Dorong Transfer Pengetahuan Antar Generasi Pekerja
APP Group mendorong transfer pengetahuan dari karyawan senior ke generasi muda melalui Long Service Award 20...
Kemenperin Dorong IKM Fesyen Baca Pasar lewat Design Canvas
Kemenperin mendorong IKM fesyen gunakan Design Canvas & Maker untuk menciptakan produk sesuai kebutuhan kons...
Basarnas Ungkap Risiko Penyelaman KM Virgo: Gelap & Kontaminasi
Basarnas sebut penyelaman di kecelakaan KM Virgo berisiko tinggi: visibilitas rendah, debris, kontaminasi, d...
Kemenperin Gandeng Mahasiswa Kembangkan IKM Fesyen-Kriya
Kemenperin menggandeng mahasiswa melalui program Design Canvas & Design Maker 2026 untuk membantu IKM fesyen...
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...