Dishub DKI Siapkan Pelican Crossing Sementara di JPO Tendean
Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memasang pelican crossing di lokasi JPO Tendean yang roboh setelah ditabrak truk. Pembangunan penyeberangan sementara ini ditargetkan selesai dalam satu hingga dua minggu sebagai solusi keselamatan sambil menunggu pembangunan JPO baru.
Keputusan cepat untuk keselamatan
Keputusan membuat pelican crossing diambil setelah pembahasan antarinstitusi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI. Kepala Dishub DKI, Budi Awaludin, menyatakan fasilitas sementara diperlukan segera karena aktivitas pejalan kaki di lokasi tinggi dan pembangunan JPO baru diperkirakan memakan waktu.
"Berdasarkan hasil rapat kemarin, memang JPO itu akan dibangun, kalau melihat membangun ini kan masih agak cukup lama. Karena melihat kondisi jalan yang ada di sana, maka kita akan buat pelican crossing-nya," kata Budi dalam keterangan pers, Rabu, 22 Juli 2026.
Proses teknis dan penyiapan lokasi
Dishub DKI memastikan kajian teknis untuk pemasangan pelican crossing telah rampung. Tahap selanjutnya adalah penyesuaian lokasi oleh Dinas Bina Marga sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Dinas Bina Marga akan membongkar sebagian taman median dan trotoar untuk memberi ruang instalasi. Setelah area siap, Dishub akan langsung melaksanakan pemasangan tanda kors silang, lampu, dan marka jalan sesuai standar keselamatan.
Perizinan dan kewenangan
Budi menegaskan pemasangan pelican crossing tidak memerlukan persetujuan dari Kementerian Perhubungan karena menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi DKI.
"Kalau pelican crossing, itu kan nggak perlu harus dari Kementerian Perhubungan, cukup dari kami saja," ujar Budi.
Pembiayaan pembangunan JPO baru
Sementara itu, Dinas Bina Marga sedang mencari sumber pendanaan untuk pembangunan ulang JPO Tendean. Kepala Dinas Bina Marga, Heru Suwondo, menyebut salah satu opsi adalah skema Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan memperkirakan biaya pembiayaan sekitar Rp5–6 miliar.
"Jadi gini, yang jelas JPO-nya mau dibangun lagi, akan dicarikan pembiayaan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kabar untuk pembangunan JPO mungkin dari KLB sekitar Rp5 sampai Rp6 miliar," kata Heru.
Dampak dan langkah berikutnya
Pemerintah Provinsi berharap pelican crossing dapat segera digunakan masyarakat sebelum JPO baru rampung. Jika pemasangan berjalan sesuai rencana, fasilitas penyeberangan sementara diharapkan meningkatkan keselamatan pejalan kaki dan mengurangi risiko kecelakaan di sekitar lokasi.
Proses berikutnya mencakup finalisasi titik penempatan, pengerjaan infrastruktur pendukung oleh Bina Marga, serta sosialisasi ke pengguna jalan agar pemanfaatan fasilitas baru berjalan optimal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sudaryono Prioritaskan Pembenahan Tata Kelola MBG
Usai dilantik 22 Juli 2026, Kepala BGN Sudaryono prioritaskan pembenahan tata kelola MBG dengan fokus transp...
Wamendikdasmen Tegaskan Penguatan PNFI untuk Ekosistem Pendidikan
Wamendikdasmen menegaskan penguatan PNFI sebagai bagian integral ekosistem pendidikan, sejalan dengan revisi...
RUU Daerah Kepulauan Dorong Ekonomi Biru dan Pendanaan Afirmatif
Pansus DPR dorong RUU Daerah Kepulauan memasukkan ekonomi biru dan pendanaan afirmatif untuk memperkuat pemb...
Sudaryono Tegaskan Tak Punya SPPG dan Dapur MBG
Sudaryono menegaskan tidak memiliki SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis setelah dilantik sebagai Kepala Bad...
Kemenkum: Kolaborasi dan Adaptasi Kunci Hadapi AI yang Tak Terelakkan
Kemenkum sebut AI tidak terelakkan; konferensi ABU IPLC dorong kolaborasi lintas sektor untuk regulasi yang...
Wamenhut: Keanekaragaman Hayati Penopang Kehidupan
Wamenhut Rohmat Marzuki menegaskan keanekaragaman hayati jadi fondasi ketahanan pangan, sumber obat, dan pen...