Nasional

Pascagempa NTT: Puluhan Ribu Pengungsi, 11.925 Rumah Rusak

Bagikan:
Korban dan kerusakan pascagempa di Nusa Tenggara Timur

Pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggalkan puluhan ribu pengungsi dan ribuan rumah rusak. Data BNPB per 18 Agustus 2026 mencatat 40.040 jiwa mengungsi, kerusakan rumah mencapai 11.925 unit, dan sejumlah wilayah masih dalam proses pemulihan.

Jumlah pengungsi dan korban

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pengungsi sementara mencapai 40.040 jiwa. Mayoritas pengungsi berada di Kabupaten Manggarai Timur.

"Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah. Jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan warga,"

Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Selasa, 18 Agustus 2026.

Di Manggarai Timur tercatat 15.465 jiwa mengungsi, termasuk 966 orang di posko BPBD dan sekitar 14 ribu mengungsi mandiri. Kabupaten Manggarai menempati posisi kedua dengan 6.487 jiwa mengungsi.

Wilayah Meninggal Luka Berat Luka Ringan Pengungsi
Manggarai Timur 25 442 513 15.465
Manggarai 27 31 88 6.487
Total (pengungsi) 40.040

Kerusakan rumah

BNPB merinci kerusakan rumah mencapai 11.925 unit, terdiri dari 5.516 rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan. Daerah dengan jumlah kerusakan tertinggi meliputi Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.

Total Rumah Rusak Rusak Berat Rusak Sedang Rusak Ringan
11.925 5.516 1.916 4.493

Bantuan dan logistik

Pemerintah pusat telah mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak. Logistik yang dikirim mencakup bahan pangan dan kebutuhan dasar.

  • Beras dan paket sembako
  • Air minum dan obat-obatan
  • Matras, selimut, kasur, dan tenda
  • BBM dan genset

Logistik juga dikirim ke lima kecamatan di Kabupaten Sikka: Palue, Alok Barat, Hewokloang, Talibura, dan Kangae. Selain itu dibangun dua rumah sakit lapangan untuk mendukung layanan kesehatan.

Infrastruktur dan pemulihan listrik

BPJN NTT menangani 32 dari 33 titik longsor sehingga jalur kritis sudah operasional kembali. Empat titik patahan jalan dan empat kerusakan jembatan dinyatakan fungsional setelah perbaikan yang melibatkan tujuh ekskavator dan empat loader.

Jaringan listrik hampir pulih penuh: pemulihan mencapai 99,9% pada jaringan Flores timur dan barat. Dari 566.525 pelanggan, 566.253 telah menyala kembali; tersisa 272 pelanggan. Di Pulau Palue, satu penyulang pulih dan lima dari enam gardu distribusi telah menyala.

Kronologi

Gempa berkekuatan M 7,7 terjadi pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026 pukul 04.58.24 WIB. Pusat gempa terpantau di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Pemulihan dan penanganan dampak masih berlangsung, dengan fokus pada perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, dan distribusi bantuan kepada pengungsi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait