Komisi XII Minta Optimalkan Penyaluran BBM Subsidi untuk Atasi Antrean
Komisi XII DPR RI meminta Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan penyaluran BBM subsidi pada 16 Juli 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, untuk mengurai antrean panjang di beberapa SPBU nasional. Permintaan ini mencakup penambahan jam operasional SPBU dan penambahan armada distribusi agar pasokan lebih cepat tersalurkan ke masyarakat.
Stok BBM Dinilai Cukup
Komisi XII menerima laporan bahwa stok berbagai jenis BBM di seluruh depot Indonesia dalam kondisi mencukupi. Laporan ini menunjukkan ketersediaan yang mampu memenuhi kebutuhan wilayah distribusi nasional.
Kami mendapat laporan dari Pertamina Patra Niaga bahwa stok BBM dari berbagai macam produk itu jumlahnya cukup. Sangat mencukupi di depot masing-masing di seluruh depot yang ada di Indonesia semuanya mencukupi,
Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi XII DPR, Bambang Patijaya, usai Rapat Dengar Pendapat di Jakarta.
Penyebab Antrean dan Dugaan Penyalahgunaan
Meski stok tercukupi, antrean tetap terjadi di sejumlah SPBU selama satu minggu terakhir. Komisi XII menyebut salah satu penyebabnya adalah perpindahan konsumen dari produk nonsubsidi ke subsidi.
Pertama adanya shifting daripada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spek tinggi, non-subsidi beralih kepada BBM subsidi. Kemudian juga kami mendapat semacam laporan bahwa ada dugaan terjadi penyalahgunaan daripada BBM bersubsidi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu,
Selain peralihan pola pembelian, Komisi XII juga menerima laporan terkait dugaan penjualan kembali BBM subsidi ke sektor industri dan penggunaan di luar ketentuan.
Tindakan dan Rekomendasi Komisi XII
Komisi XII meminta Pertamina Patra Niaga meningkatkan layanan penyaluran BBM subsidi. Rekomendasi utama meliputi penambahan jam operasi SPBU dan penambahan armada distribusi untuk mempercepat penguraian antrean.
Kementerian/lembaga terkait diminta memperketat pengawasan terhadap alur distribusi dan menindak pelanggaran yang ditemukan.
Penjelasan BPH Migas dan Prospek Normalisasi
BPH Migas memastikan ketersediaan biosolar, minyak tanah, dan pertalite aman. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan perubahan pola pembelian memang diizinkan menurut regulasi, namun pergeseran ini memperpanjang antrean di lapangan.
Adanya indikasi antrian, sepakat tadi adanya shifting perubahan pola pembelian BBM non subsidi banyak yang pindah menjadi subsidi. Itu sesuai regulasi ketentuan memang diizinkan dan dimungkinkan untuk masyarakat,
BPH Migas juga melakukan evaluasi pelanggaran dengan pemblokiran QR Code bagi pembelian yang menyimpang. Kasus pelanggaran yang teridentifikasi akan diserahkan ke aparat penegak hukum sesuai ketentuan.
Wahyudi memperkirakan proses normalisasi distribusi dapat selesai dalam 1-2 hari kerja ke depan, dengan harapan antrean di SPBU akan kembali terurai dan pasokan lancar.
Implikasi: Permintaan Komisi XII menekankan perlunya koordinasi cepat antara operator distribusi, regulator, dan penegak hukum untuk menjaga ketersediaan sekaligus mencegah penyalahgunaan. Langkah operasional seperti perpanjangan jam layanan dan penambahan armada diharapkan segera dilaksanakan agar layanan BBM subsidi pulih dan antrean teratasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR: Stok BBM Nasional Aman dan Mencukupi
DPR menegaskan stok BBM nasional aman dan mencukupi, serta harga subsidi dijamin tidak berubah sampai akhir...
Pembangunan LNG Abadi Masela Dimulai, Diproyeksikan Dorong Ekonomi
Pembangunan fisik LNG Abadi Masela dimulai 16 Juli 2026 di Tanimbar; proyek USD20,9 miliar ini diproyeksikan...
DPR: Koperasi Pengelola Tambang Harus Utamakan Kesejahteraan
DPR minta koperasi yang mengelola tambang harus patuh aturan dan memberi manfaat langsung kepada warga desa,...
Kemensos Dampingi Heru Baskoro, Putra Sayuti Melik di STPL Bekasi
Kemensos memindahkan Heru Baskoro dan istrinya ke STPL Bekasi untuk rehabilitasi medis dan sosial sambil mel...
Depok Perketat Keamanan setelah Kebakaran di TPA Cipayung
Depok perketat pengamanan TPA Cipayung setelah kebakaran 16 Juli 2026 dengan patroli 24 jam, larangan meroko...
Kemensos Raih Opini WTP, Gus Ipul Tegaskan Jaga Kepercayaan
Kemensos meraih opini WTP BPK untuk LKKL 2025; Mensos Saifullah Yusuf minta perkuat akuntabilitas, perbarui...