Nasional

Kemensos Dampingi Heru Baskoro, Putra Sayuti Melik di STPL Bekasi

Bagikan:
Heru Baskoro dan Treyzia Noviani mendapatkan pendampingan di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi

Kementerian Sosial memindahkan Heru Baskoro, putra penulis teks Proklamasi Sayuti Melik, dan istrinya Treyzia Noviani ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi pada Kamis, 16 Juli 2026.

Mereka diterima untuk mendapatkan perawatan medis dan pendampingan sosial setelah tim Kemensos menindaklanjuti informasi mengenai kondisi kesehatan dan ekonomi keluarga tersebut.

Evakuasi dan perawatan awal

Mensos Saifullah Yusuf mengatakan tim Kemensos langsung bergerak setelah menerima laporan. Heru dan Treyzia dibawa ke STPL Bekasi untuk pemeriksaan dan perawatan lanjutan.

Langsung kita kirim tim ke sana dan sekarang sudah kita bawa ke sentra milik Kemensos di Bekasi. Ya tentu akan direhabilitasi, ada rehabilitasi medis, ada rehabilitasi yang lain yang mungkin dibutuhkan sesuai hasil asesmennya.

Untuk sementara keduanya ditempatkan di hunian sementara di sentra sambil menunggu hasil asesmen yang akan menentukan bentuk intervensi.

Latar belakang kondisi keluarga

Berdasarkan data internal, Heru dan Treyzia tinggal di Kanada selama sekitar 21 tahun dengan status permanent resident. Kondisi ekonomi mereka memburuk setelah Heru mengalami gangguan penglihatan, sehingga biaya pengobatan menguras tabungan keluarga.

Asesmen, rehabilitasi, dan pendampingan

Kemensos menyatakan akan melakukan asesmen menyeluruh untuk menentukan layanan yang paling tepat. Langkah yang disiapkan meliputi:

  • Rehabilitasi medis sesuai kebutuhan klinis
  • Rehabilitasi sosial untuk pemulihan fungsi dan kemandirian
  • Hunian sementara selama masa perawatan
  • Pendampingan hingga kondisi kedua pasien stabil

Koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dan pihak terkait untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan kesinambungan layanan.

Verifikasi data dan penelusuran administrasi

Kemensos akan menelusuri dan memverifikasi dokumen keluarga, kepemilikan aset, serta informasi pendukung lain sebagai dasar penetapan program bantuan.

Ini kembali lagi menyangkut data. Maka itulah, data menjadi sangat penting. Dan satu tahun lebih ini, atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kita melakukan konsolidasi data.

Mensos menekankan bahwa data sosial yang akurat menjadi kunci agar intervensi pemerintah dapat dilakukan cepat dan tepat sasaran.

Proyeksi dan implikasi

Pendampingan untuk Heru dan Treyzia akan berlanjut sampai asesmen menunjukkan adanya stabilitas kondisi fisik dan sosial. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah tentang pentingnya peningkatan kualitas data sosial untuk mempercepat respons bantuan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait