Nasional

Basarnas Kerahkan Kapal dan Pesawat Cari 24 Korban KM Nurul Salsa

Bagikan:
Kapal dan tim SAR Basarnas saat operasi pencarian korban di laut

Basarnas memperluas operasi pencarian hari ke-3 untuk menemukan 24 korban yang masih hilang setelah tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Sulawesi Selatan. Penguatan unsur laut dan udara dilakukan pada Jumat, 17 Juli 2026, untuk menjangkau area yang lebih luas berdasarkan analisis arus dan cuaca.

Data korban dan perkembangan terbaru

Berdasarkan data sementara, dari 74 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 49 orang ditemukan selamat. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 24 lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR.

Keterangan Jumlah
Total penumpang di kapal 74
Ditemukan selamat 49
Meninggal 1
Masih hilang 24

Penambahan unsur laut

Untuk mempercepat pencarian, Basarnas menempatkan KN SAR Kamajaya yang mengerahkan 32 personel. Kapal ini ditugaskan menyisir Sektor II dengan luas sekitar 90 mil laut persegi.

Sementara itu, KRI Marlin 877 melanjutkan penyisiran di Sektor I. Cakupan area pencarian untuk kapal perang ini diperkirakan mencapai 102 mil laut persegi sesuai perhitungan Search and Rescue Planning atau SARMAP.

Dukungan udara diperkuat

Pencarian dari udara diperkuat dengan penerjunan pesawat Boeing B737-200 yang membawa 17 personel. Pengamatan udara dimaksudkan untuk memperluas jangkauan pemantauan dan mempercepat penemuan korban di permukaan laut.

Sinergi antarinstansi

Operasi SAR melibatkan sejumlah instansi dan unsur masyarakat setempat. Tim di lapangan bekerja terpadu untuk mengoptimalkan penyisiran dan respons darurat.

  • Basarnas
  • TNI Angkatan Laut (TNI AL)
  • TNI Angkatan Udara (TNI AU)
  • BPBD
  • Polair
  • Syahbandar dan SROP Selayar
  • Nelayan setempat

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pembagian sektor dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir maksimal, baik dari laut maupun udara. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 17 Juli 2026.

Arif menambahkan harapan agar sinergi seluruh unsur dapat mempercepat proses pencarian. Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.

Langkah ke depan

Operasi diperkirakan akan dilanjutkan hingga seluruh area yang ditentukan selesai disisiri atau ada temuan yang mengakhiri pencarian. Analisis arus dan kondisi cuaca akan terus menjadi acuan untuk penempatan unsur SAR selanjutnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait