Nasional

Prabowo Tinjau Panen Raya TNI di Malang

Bagikan:
Presiden Prabowo meninjau panen TNI di Lanud Abdulrachman Saleh Malang

Presiden Prabowo Subianto meninjau Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan panen mencakup padi, tebu, dan kedelai sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Tujuan kunjungan dan dukungan pemerintah

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan kehadiran Presiden untuk mendukung percepatan ketahanan pangan. Pemerintah ingin memperkuat kedaulatan pangan melalui kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat.

"Program ketahanan pangan TNI melibatkan tiga matra sesuai keunggulan masing-masing. TNI AD mendampingi budidaya padi dan jagung, TNI AL mengembangkan kedelai, sedangkan TNI AU berfokus pada tebu,"

— Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi

Skala pendampingan dan capaian Januari–Juni 2026

Prasetyo memaparkan capaian program selama Januari–Juni 2026 yang menunjukkan skala pendampingan luas. Data tersebut mencerminkan kontribusi TNI terhadap target produksi nasional tahun ini.

Komoditas Luas Lahan Potensi Produksi Keterangan
Padi (TNI AD) 6,26 juta hektare ~19,2 juta ton beras Mendukung 55,24% target produksi beras 2026
Kedelai (TNI AL) 2.432 hektare ~3.676 ton Pendampingan di lahan strategis
Tebu (TNI AU) 236.048 hektare ~18,386 juta ton tebu (setara ~1,36 juta ton gula) Mencapai 45,05% target produksi gula 2026

Hilirisasi dan nilai tambah

Pemerintah mendorong hilirisasi komoditas strategis untuk menambah nilai ekonomi. Tebu misalnya, dapat diolah menjadi bioetanol, pupuk organik, dan produk industri lainnya.

Lanud Abdulrachman Saleh dijadikan contoh ekosistem tebu terintegrasi dari hulu hingga hilir. Lokasi ini menunjukkan bagaimana pendampingan TNI disinergikan dengan unit usaha lain untuk produksi bernilai tambah.

"Pemerintah meyakini bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kuat antara TNI, kementerian dan lembaga. Sinergi pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan para petani,"

— Pernyataan Menteri Sekretaris Negara

Dampak sosial dan langkah ke depan

Kolaborasi tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja, dan mendorong kesejahteraan petani. Pemerintah menegaskan komitmen mempercepat pembangunan sektor pangan dari hulu hingga hilir di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

"Pemerintah berkomitmen memperkuat ketahanan energi. Memastikan hasil pembangunan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,"

— Menteri Sekretaris Negara

Langkah lanjutan akan difokuskan pada penguatan hilirisasi dan pemanfaatan teknologi untuk menjaga kesinambungan produksi dan nilai tambah komoditas strategis.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait