Wamenkomdigi: Komunikasi Kebijakan Kunci Raih Kepercayaan Publik
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan pemerintah bergantung pada komunikasi yang efektif untuk meraih kepercayaan publik. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026, saat Nezar menguraikan indikator penerimaan kebijakan oleh masyarakat.
Indikator keberhasilan kebijakan
Menurut Nezar, kualitas substansi kebijakan saja tidak cukup. Proses komunikasi dan tingkat kepercayaan publik menjadi komponen penting untuk memastikan kebijakan dapat dilaksanakan dan diterima.
Ia menjelaskan bahwa indikator keberhasilan kebijakan harus praktis dan dapat dilaksanakan. Tanpa praktik komunikasi yang baik, kata Nezar, tantangan pada implementasi kebijakan akan meningkat.
"Kalau bisa dirumuskan, keberhasilan kebijakan adalah formulasi dari kualitas kebijakan itu sendiri, praktik komunikasi, ditambah public trust. Jadi, kalau salah satu unsur ini lemah, keberhasilan komunikasi kebijakan akan mendapatkan tantangan,"
Tantangan di era digital
Nazar menyoroti perubahan lanskap komunikasi seiring perkembangan teknologi digital. Perubahan ini mengubah cara masyarakat mengakses informasi sekaligus memperluas sumber informasi di luar kanal resmi pemerintah.
Akibatnya, komunikasi kebijakan tidak lagi menjadi sumber tunggal. Masyarakat kini bisa mengakses, memproduksi, dan menyebarkan informasi melalui berbagai platform digital, sehingga muncul beragam narasi yang harus dihadapi pemerintah.
"Sekarang sumber informasi itu tersebar, begitu ada peristiwa, mereka langsung mencari berbagai sumber informasi yang memiliki akun media sosial atau situs yang bisa diakses. Yang kita lakukan adalah memperebutkan trust, kepercayaan publik, ini yang menjadi problem dalam komunikasi kebijakan kita hari ini,"
Implikasi dan langkah komunikasi
Penjelasan Nezar menunjukkan bahwa strategi komunikasi kebijakan perlu disesuaikan dengan dinamika digital. Pemerintah dituntut bukan hanya menyampaikan substansi, tetapi juga membangun narasi yang dapat bersaing dan memenangkan kepercayaan publik.
Dengan kondisi informasi yang tersebar luas, efektivitas sosialisasi kebijakan menjadi penentu apakah kebijakan tersebut akan diterapkan dengan baik di lapangan dan dipahami masyarakat.
Dalam konteks ini, penguatan praktik komunikasi dan upaya menjaga kepercayaan publik menjadi prioritas agar kebijakan pemerintah mampu menghadapi tantangan di ruang digital dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Tinjau Panen Raya TNI di Malang
Presiden Prabowo meninjau Panen Raya TNI di Malang (17 Juli 2026) untuk mendorong ketahanan pangan dan hilir...
Kementrans Percepat Rehabilitasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
Kementrans percepat rehabilitasi sekolah transmigrasi dengan pendekatan bottom-up dan kerja sama Kemendikdas...
Basarnas Kerahkan Kapal dan Pesawat Cari 24 Korban KM Nurul Salsa
Basarnas menambah kapal dan pesawat pada hari ke-3 operasi SAR untuk mencari 24 korban KM Nurul Salsa di per...
BPH Migas Percepat Distribusi BBM dan Blokir QR Code Ilegal
BPH Migas menambah armada, operasikan distribusi 24 jam, dan blokir QR Code ilegal untuk pastikan pasokan BB...
DPR: Stok BBM Nasional Aman dan Mencukupi
DPR menegaskan stok BBM nasional aman dan mencukupi, serta harga subsidi dijamin tidak berubah sampai akhir...
Pembangunan LNG Abadi Masela Dimulai, Diproyeksikan Dorong Ekonomi
Pembangunan fisik LNG Abadi Masela dimulai 16 Juli 2026 di Tanimbar; proyek USD20,9 miliar ini diproyeksikan...