Langkat Teken MoU Percepatan Pendaftaran Tanah Wakaf Sumut
MEDAN — Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, S.H., menghadiri dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama untuk percepatan pendaftaran tanah wakaf pada Kamis, 27 Agustus, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara. Penandatanganan ini bertujuan memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap aset wakaf agar dapat dimanfaatkan berkelanjutan bagi masyarakat.
Penandatanganan dan peserta
Penandatanganan untuk Kabupaten Langkat dilakukan oleh Plt. Bupati Langkat bersama perwakilan instansi terkait. Acara ini dihadiri langsung oleh sembilan kabupaten/kota di Sumatera Utara, sementara daerah lain mengikuti secara virtual.
- Plt. Bupati Langkat: Tiorita Br. Surbakti, S.H.
- Kepala Kejaksaan Negeri Langkat: Asbach, S.H.
- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Langkat: H. Ainul Aswad, M.A.
- Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Langkat: Akhyar Sirajuddin, S.T., S.H.
- Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Langkat: Muhammad Suhaimi, S.STP., M.SP.
Data dan target sertifikasi
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Muhibuddin, menyampaikan data penting terkait kondisi sertifikasi tanah wakaf di wilayah itu. Ia menekankan percepatan sertifikasi untuk mencegah sengketa dan memberikan kepastian hukum bagi aset wakaf.
"Perlu saya sampaikan juga kepada Bapak/Ibu sekalian, ada 14.683 bidang lebih kurang tanah yang sudah diwakafkan. Tetapi yang sampai hari ini baru memiliki sertifikat 6.030 bidang tanah wakaf."
Muhibuddin menargetkan peningkatan jumlah bersertifikat melalui kerja sama antar-instansi.
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Total bidang wakaf tercatat | 14.683 bidang |
| Telah bersertifikat | 6.030 bidang |
| Target tambahan yang diupayakan | ~6.000 bidang |
Pernyataan pejabat daerah
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menekankan peran negara dan pemerintah daerah dalam memfasilitasi proses legalitas tanah wakaf. Ia meminta agar MoU ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan diikuti langkah konkret di lapangan.
"Dengan legalitas yang jelas, tanah wakaf dapat terus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan amal jariah para pewakif."
Menurut gubernur, koordinasi antara aparat penegak hukum, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Agama, dan BWI sangat penting untuk memastikan aset wakaf terlindungi dan dikelola optimal.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Langkat
Pemerintah Kabupaten Langkat, di bawah kepemimpinan Plt. Bupati Tiorita, menyatakan dukungan penuh terhadap program percepatan pendaftaran tanah wakaf. Komitmen ini dimaksudkan untuk menjaga amanah pewakif dan memastikan manfaat wakaf berlanjut bagi kesejahteraan masyarakat.
Langkah selanjutnya yang diharapkan adalah implementasi teknis, percepatan sertifikasi di lapangan, dan sinergi antarlembaga agar target peningkatan jumlah sertifikat dapat tercapai dalam waktu dekat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Aceh Besar dan Unmuha Tandatangani MoU untuk Penguatan SDM
Pemkab Aceh Besar dan Unmuha menandatangani MoU pada 13 Oktober 2026 untuk memperkuat pendidikan, penelitian...
Ketua Pujakesuma Kritik 34 Anggota DPRD soal Mosi Tidak Percaya
Ketua DPP Pujakesuma Eko Sopianto mengecam mosi tidak percaya 34 anggota DPRD Deliserdang, menyorot pergeser...
FSQ Sergai 2026 Dibuka, 17 Kecamatan Adukan Seni Qasidah
Wabup Adlin Tambunan membuka FSQ ke-23 di Sei Rampah (13–15 Okt 2026); 17 kecamatan berlomba di cabang reban...
Polisi Gerebek Barak di Labuhanbatu Utara, Temukan Bong dan Senapan
Tim gabungan Polda Sumut dan Polres Labuhanbatu menggerebek barak di Labuhanbatu Utara, menemukan bong, pons...
PHPO KIM Salurkan Beasiswa Permata Cerdas ke 6 Siswa SMKN 1 Lubukpakam
PT PHPO KIM menyalurkan beasiswa Permata Cerdas periode II 2026 kepada 6 siswa SMKN 1 Lubukpakam sebagai duk...
Polrestabes Medan Tangkap Kurir Bawa 24 kg Sabu di Langkat
Polrestabes Medan menangkap kurir berinisial AM dengan 24 kg sabu di perbatasan Sumut-Aceh; barang akan diki...