Ustazd Aceh: Akhlak Rasulullah Kunci Lawan Korupsi di Hari Kemerdekaan
Aceh Besar — Widyaiswara Ahli Utama LAN RI, Ustazd Ir. Faizal Adriansyah, M.Si, menyerukan perbaikan akhlak sebagai upaya melawan korupsi saat khutbah Jumat di Masjid Jamik Buengcala, Aceh Besar, Jumat (28/8) bertepatan 15 Rabiul Awwal 1448 H. Ia menyoroti kondisi negara dan angka Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia, peringkat 109 dari 180 negara, sebagai bukti nyata praktik korupsi masih merajalela.
Korupsi, kemewahan pemimpin, dan warisan pejuang
Dalam khutbahnya, Ustazd Faizal mengingatkan bahwa banyak pemimpin pasca-kemerdekaan gagal menjaga amanah. Mereka hidup mewah di atas penderitaan rakyat, sementara integritas sering dilanggar. Data IPK membuatnya prihatin dan menjadi panggilan untuk refleksi bersama.
Ia juga menegaskan peran besar umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan. Nama-nama pahlawan menunjukkan kontribusi umat Islam pada kelahiran negara. Di antaranya:
- Pangeran Diponegoro
- Tuanku Imam Bonjol
- Sultan Antasari
- Sultan Hasanuddin
- Dari Aceh: Teuku Umar, Panglima Polem
- Srikandi: Cut Nyak Dien, Cut Mutia, Keumalahayati
"Para pejuang kemerdekaan ini adalah mereka yang mewarisi sifat Rasulullah saw dengan akhlakul karimah, berjuang tanpa pamrih mengorbankan harta bahkan jiwa raganya,"
Teladan akhlak Rasulullah sebagai solusi
Ustazd Faizal mengajak jamaah meneladani akhlak Nabi Muhammad saaw sebagai fondasi membangun kembali bangsa. Ia menyitir bahwa keagungan akhlak Nabi menjadi faktor utama meluasnya pengikut Islam pada masa awal, bukan semata karena kekuatan militer.
Ia merujuk pada firman Allah Swt yang menyebutkan keagungan akhlak Nabi Muhammad sebagai alasan keberhasilan dakwah dan konsolidasi politik pada masa itu.
Langkah praktis perbaikan dari tingkat keluarga
Menurut Ustazd Faizal, perubahan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Ia menekankan tindakan sederhana yang mencerminkan bangsa berakhlak, seperti menjaga kebersihan dan menaati aturan lalu lintas.
"Mulailah dari yang bisa kita lakukan setiap saat seperti menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, disiplin dalam aturan terutama berlalu lintas, karena ini cerminan bangsa yang berakhlak,"
Di momentum peringatan kelahiran Nabi dan Hari Kemerdekaan ke-81, ia mengajak umat Islam membuat refleksi nasional. Ustazd Faizal mengingatkan pentingnya peran umat Islam dalam kemerdekaan dan masa depan bangsa.
"Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia tidak akan pernah merdeka tanpa umat Islam, karena umat Islam adalah umat terbesar di negeri ini,"
Pesan khutbah menutup dengan seruan agar setiap warga memulai perubahan dari hal kecil namun konsisten untuk memperbaiki akhlak publik dan menutup celah korupsi demi masa depan bangsa yang lebih bersih.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ketua Pujakesuma Kritik 34 Anggota DPRD soal Mosi Tidak Percaya
Ketua DPP Pujakesuma Eko Sopianto mengecam mosi tidak percaya 34 anggota DPRD Deliserdang, menyorot pergeser...
FSQ Sergai 2026 Dibuka, 17 Kecamatan Adukan Seni Qasidah
Wabup Adlin Tambunan membuka FSQ ke-23 di Sei Rampah (13–15 Okt 2026); 17 kecamatan berlomba di cabang reban...
Polisi Gerebek Barak di Labuhanbatu Utara, Temukan Bong dan Senapan
Tim gabungan Polda Sumut dan Polres Labuhanbatu menggerebek barak di Labuhanbatu Utara, menemukan bong, pons...
PHPO KIM Salurkan Beasiswa Permata Cerdas ke 6 Siswa SMKN 1 Lubukpakam
PT PHPO KIM menyalurkan beasiswa Permata Cerdas periode II 2026 kepada 6 siswa SMKN 1 Lubukpakam sebagai duk...
Polrestabes Medan Tangkap Kurir Bawa 24 kg Sabu di Langkat
Polrestabes Medan menangkap kurir berinisial AM dengan 24 kg sabu di perbatasan Sumut-Aceh; barang akan diki...
Ahli waris tuntut kepastian atas 3 laporan polisi di Medan
Ahli waris di Medan menagih penanganan tiga laporan polisi terkait dugaan pemalsuan, penggelapan, dan pengru...