Modal Rp200 Ribu, Roti Bakar Rindu.idn Tumbuh di Bone
Pasangan Jusman Angriawan dan Fitriani memulai usaha Roti Bakar Rindu.idn dengan modal awal sekitar Rp200.000 pada Minggu, 9 Agustus 2026 di Jalan Sungai Musi, Kabupaten Bone. Mereka membuka usaha untuk menambah penghasilan sekaligus menjalankan kegiatan produktif bersama.
Awal usaha dan modal
Modal awal berasal dari sebagian gaji yang disisihkan oleh Jusman. Uang itu diberikan kepada Fitriani untuk membeli bahan dasar serta berbagai topping roti bakar. Produk pertama kali dibuat di rumah dan belum diproduksi massal.
Mereka memilih memulai dengan skala kecil untuk melihat respons orang terdekat sebelum menerima pesanan lebih luas.
Istri saya coba membeli bahan dan topping, kemudian kami buat di rumah. Setelah itu kami tawarkan kepada keluarga dan teman-teman untuk melihat bagaimana respons mereka, kata Jusman.
Pemasaran sederhana lalu lewat media sosial
Respons positif dari keluarga, teman, dan tetangga mendorong mereka menerima pesanan. Awalnya pemasaran berlangsung secara lisan melalui orang-orang terdekat.
Seiring meningkatnya pesanan, pasangan ini mulai memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk ke masyarakat yang lebih luas. Strategi ini membantu menjangkau pelanggan baru tanpa pengeluaran besar untuk promosi.
Perkembangan penjualan dan operasional
Dari usaha rumahan, Roti Bakar Rindu.idn kini telah memiliki tempat usaha di Jalan Sungai Musi, Kabupaten Bone. Usaha yang awalnya dikelola berdua kini dibantu satu orang karyawan untuk pelayanan dan operasional harian.
Penjualan disebut telah mencapai sekitar 60 kotak per hari. Berdasarkan catatan selama dua bulan terakhir, total penjualan mencapai sekitar 1.790 kotak roti.
Pelajaran dan rencana ke depan
Bagi Jusman, modal terbesar bukan sekadar uang, melainkan tekad untuk mencoba, kemauan belajar, dan kesediaan menerima masukan. Ia menekankan pentingnya evaluasi bila menghadapi kegagalan.
Ke depan, pasangan ini berencana mengembangkan usaha hingga mampu memproduksi roti sendiri untuk menekan biaya dan meningkatkan kapasitas produksi.
Roti Bakar Rindu.idn menjadi contoh bahwa usaha kuliner kecil bisa tumbuh cepat dengan modal terbatas, kerja keras, dan pemanfaatan saluran pemasaran yang tepat. Langkah berikutnya adalah memperkuat produksi internal untuk menjawab permintaan yang terus meningkat.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke 6.018,08, Sentimen Minyak & Inflasi Jadi Perhatian
IHSG dibuka menguat 0,14% ke 6.018,08 pada 2 Oktober 2026; sentimen minyak, inflasi, dan ketegangan geopolit...
Rupiah Menguat Dibuka, Risiko Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.910 per dolar, namun berisiko melemah karena kenaikan harga minyak dan ketegan...
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...