Ekonomi

Pemko Palangka Raya Luncurkan Kredit UMKM KEREN Bunga 0%

Bagikan:
Ilustrasi pengusaha UMKM menerima bantuan kredit tanpa bunga di Palangka Raya

Pemerintah Kota Palangka Raya meluncurkan program pembiayaan Kredit UMKM KEREN pada Minggu, 9 Agustus 2026. Program ini menyediakan fasilitas pinjaman dengan bunga 0 persen melalui kerja sama resmi antara Pemko dan Bank Kalteng. Plafon kredit disiapkan mulai Rp10 juta hingga Rp20 juta dengan tenor dua tahun untuk membantu pelaku UMKM menambah modal kerja dan mengembangkan usaha.

Rincian program

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menjelaskan bahwa selama tenor dua tahun bunga pinjaman ditanggung sehingga pelaku UMKM tidak perlu membayar bunga. Skema ini dirancang untuk meringankan beban modal di tahap pengembangan usaha.

"Kredit tersebut memiliki tenor atau jangka waktu pengembalian selama dua tahun. Selama periode tersebut, bunga pinjaman ditanggung sehingga pelaku UMKM tidak perlu membayar bunga kredit atas pembiayaan yang diterima,"

Jenis Ketentuan
Plafon Rp10.000.000 - Rp20.000.000
Tenor 2 tahun
Bunga 0 persen (ditanggung selama tenor)
Penyalur Bank Kalteng (kerja sama dengan Pemko Palangka Raya)

Kemudahan pengajuan

Pemko menegaskan proses pengajuan didesain lebih mudah untuk mencapai lebih banyak pelaku usaha. Skema pembiayaan ini memanfaatkan jaringan Bank Kalteng agar akses modal lebih cepat dan formal. Persyaratan layanan disesuaikan agar UMKM yang selama ini kesulitan akses perbankan dapat terlayani.

Dampak dan tujuan

Program ini bertujuan memperkuat daya tahan usaha mikro dan kecil di tingkat lokal. Dengan tambahan modal dan biaya pembiayaan yang lebih terjangkau, diharapkan UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kelangsungan usaha, dan membuka peluang kerja.

Pemko Palangka Raya mengajak pelaku UMKM untuk memanfaatkan fasilitas ini secara optimal. Keberhasilan program akan dipantau untuk potensi perluasan cakupan dan penyesuaian kebijakan di masa mendatang agar manfaatnya lebih besar bagi perekonomian daerah.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait