KAI Services Resmikan Mess Transit Frontliner di Surabaya
KAI Services meresmikan Mess Responsibility, hunian transit untuk petugas operasional di Stasiun Surabaya Kota, pada Jumat, 12 Juni 2026. Fasilitas ini dibangun untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan frontliner yang bertugas melayani penumpang di wilayah Jawa Timur.
Fasilitas dan pengguna
Mess Responsibility dirancang sebagai tempat istirahat bagi berbagai petugas operasional. Bangunan ini akan menampung petugas Prama dan Prami yang singgah selama rute operasi, serta tim On Train Cleaning (OTC) dan Pengamanan Pengawal Kereta (PAM Walka).
- Petugas Prama dan Prami
- Tim On Train Cleaning (OTC)
- Pengamanan Pengawal Kereta (PAM Walka)
Tujuan pembangunan
Pembangunan mess ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan kondusif. Manajemen menyasar peningkatan produktivitas, semangat kerja, dan kualitas pelayanan melalui penyediaan akomodasi yang layak.
Direktur Utama KAI Services, Krisna Arianto, menekankan pentingnya dukungan bagi para frontliner. Ia menyatakan bahwa fasilitas yang nyaman akan berdampak langsung pada layanan kepada pelanggan.
"Frontliner memiliki peran yang sangat penting dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi pelanggan. Oleh karena itu, perusahaan berupaya menghadirkan fasilitas yang layak dan nyaman sebagai bentuk dukungan terhadap mereka.
"Kami berharap keberadaan Mess Responsibility dapat meningkatkan kenyamanan para petugas, sehingga berdampak positif pada semangat kerja, produktivitas, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan kereta api," ujar Krisna.
Dukungan manajemen dan daerah operasi
Peresmian gedung juga dihadiri oleh Direktur Keuangan dan Administrasi KAI Services, Deny Eko Andrianto, serta Kepala Daerah Operasi 8 KAI, Daniel Johanes Hutabarat. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen manajemen dan Daop 8 terhadap peningkatan kesejahteraan pekerja lapangan.
"Kenyamanan dan kesejahteraan pekerja menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan transportasi perkeretaapian yang andal dan berorientasi pada pelanggan," ujar Daniel.
Implikasi layanan dan langkah ke depan
Dengan fasilitas ini, perusahaan berharap standar pelayanan dapat terus meningkat karena frontliner mendapat tempat istirahat yang memadai. Rencana ke depan kemungkinan meliputi pemantauan penggunaan fasilitas dan evaluasi dampak terhadap kinerja operasional.
Mess Responsibility menjadi langkah konkret memperkuat fondasi sumber daya manusia sebagai penentu mutu layanan. Dukungan fasilitas dipandang sebagai investasi dalam peningkatan kualitas pengalaman perjalanan bagi pelanggan kereta api di Jawa Timur.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Ditutup 6.036,89 pada 2 Okt 2026, Mayoritas Saham Melemah
IHSG ditutup di 6.036,89 pada 2 Okt 2026, turun 0,46%; mayoritas saham melemah dengan transaksi Rp11,79 tril...
IHSG Turun 0,32% ke 5.990 pada Jeda Perdagangan 2 Okt
IHSG sesi I turun 0,32% ke 5.990,20 pada 2 Oktober 2026. Volume tinggi dan tekanan jual mendominasi meski be...
IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke 6.018,08, Sentimen Minyak & Inflasi Jadi Perhatian
IHSG dibuka menguat 0,14% ke 6.018,08 pada 2 Oktober 2026; sentimen minyak, inflasi, dan ketegangan geopolit...
Rupiah Menguat Dibuka, Risiko Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.910 per dolar, namun berisiko melemah karena kenaikan harga minyak dan ketegan...
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...