Mensos Percepat Penjangkauan Sekolah Rakyat, Tekankan Ketepatan Sasaran
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta percepatan penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat tanpa mengorbankan ketepatan sasaran. Pernyataan itu disampaikan saat rapat dinas di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026. Mensos menegaskan rekrutmen harus menjangkau anak dari keluarga paling membutuhkan dan mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.
Rekrutmen dan jangkauan siswa
Mensos memerintahkan percepatan penjangkauan, namun menekankan kualitas target. Ia mengingatkan agar proses tidak hanya cepat, tapi juga tepat sasaran.
"Tololong dipercepat tapi meskipun cepat tidak boleh tidak tepat sasaran. Jangan juga lupa siswa harus mencakup SD, SMP, dan SMA,"
Tim Kemensos diminta turun langsung ke lapangan bersama pemerintah daerah jika menemui kendala penjangkauan. Rapat dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono serta kepala sentra dan balai se-Indonesia.
Data capaian dan target
Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan melaporkan jangkauan calon siswa saat ini mencapai 12.676 anak. Rinciannya meliputi SD, SMP, dan SMA.
| Kelompok | Jumlah |
|---|---|
| Calon siswa SD | 4.328 |
| Calon siswa SMP | 4.604 |
| Calon siswa SMA | 2.935 |
| Target penerimaan baru tahun ini | 32.640 siswa |
| Siswa existing di 166 Sekolah Rakyat | 14.936 siswa |
Evaluasi pengadaan dan penyerapan anggaran
Mensos mengevaluasi tata kelola pengadaan dan penyerapan anggaran program Sekolah Rakyat. Ia menilai banyak persoalan pengadaan bermula dari perencanaan yang kurang rapi.
"Kita dituntut melakukan penyerapan anggaran sesuai target. Tetapi praktiknya sering kali pengadaan menumpuk di akhir tahun dan akhirnya kejar tayang,"
Ia meminta agar tanggung jawab pengadaan disusun lebih proporsional untuk memperkuat kontrol internal.
"Jangan terlalu nyaman dengan orang-orang tertentu. Kerja harus sistemik, bukan personal,"
Aturan pengadaan dan administrasi
Sekretaris Jenderal Kemensos menyatakan pengadaan perlengkapan Sekolah Rakyat akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Ia menegaskan pengadaan pemerintah wajib melalui e-katalog LKPP.
"Kalau kita beli di e-commerce malah menjadi masalah, karena pengadaan pemerintah wajib melalui e-katalog LKPP,"
Plt Inspektur Jenderal Kemensos menambahkan pentingnya ketertiban administrasi untuk mencegah masalah lebih besar.
"Jangan menyepelekan hal-hal kecil terkait administrasi, karena dari situ bisa membuka peluang masalah yang lebih besar,"
Penutup: pengawasan dan antikorupsi
Mensos menutup arahannya dengan mengingatkan seluruh jajaran menjaga program Sekolah Rakyat dari praktik korupsi dan penyimpangan. Ia meminta pengawasan berkelanjutan untuk memastikan program tepat sasaran dan bermanfaat bagi keluarga paling membutuhkan.
"Jangan sampai Sekolah Rakyat dinodai praktik-praktik korupsi. Kita jaga bersama-sama,"
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UMN Latih Wirausaha Muda Sablon di Curug Sangereng
UMN melatih 23 anggota Karang Taruna Desa Curug Sangereng dalam sablon manual dan desain digital berbasis AI...
UMN Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Serdang Wetan Lewat Program PDB
UMN menggelar Program PDB di Desa Serdang Wetan Agustus 2026 untuk memperkuat produksi, manajemen, dan pemas...
Kebakaran Pabrik ATK di Bekasi Utara Berhasil Dipadamkan
Kebakaran pabrik ATK di Kaliabang, Bekasi Utara pada 17 Agustus 2026 berhasil dipadamkan; 10 mobil damkar di...
Bulog Pastikan Stok Pangan NTT Aman, Siapkan 20 Ton Beras per Kabupaten
Bulog pastikan stok beras 35–37 ribu ton di NTT; setiap kabupaten diminta sediakan 20 ton beras dan 1.000 li...
Sandri Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Gempa NTT
Sandri memuji respons cepat Polri setelah gempa magnitudo 7,7 di NTT; 845 personel dan logistik dikerahkan u...
Granat Tangan Diduga Buatan Inggris Ditemukan di Bekasi
Granat tangan diduga buatan Inggris ditemukan di Bekasi pada 17 Agustus 2026; tim jibom evakuasi ke Markas G...