Mensos Minta Kepala Sekolah Perkuat Integritas Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta seluruh kepala Sekolah Rakyat menjaga integritas dalam penyelenggaraan pendidikan dan segera mengonsultasikan setiap persoalan untuk mencegah penyimpangan. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dinas di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Pesan jelas kepada kepala sekolah
Mensos menekankan kepala sekolah harus memahami siapa siswa mereka dan bagaimana memperlakukan setiap anak dengan adil. Ia mengingatkan agar moral menjadi pedoman dalam setiap keputusan operasional.
Para kepala sekolah, sekali lagi saya titipkan apa yang disampaikan Prof. Nuh tadi. Kepala sekolah harus memahami siapa sesungguhnya siswa kita dan perlakuannya
Lebih baik para kepala sekolah jika ada masalah segera menyampaikan langsung kepada kami. Supaya kita bisa carikan solusi secara bersama-sama
Tiga aspek yang perlu diperkuat
Gus Ipul mengatakan program Sekolah Rakyat telah berjalan satu tahun dan menghadapi dinamika serta tantangan yang meningkat. Ia menunjuk tiga aspek utama yang harus segera diperbaiki dan diperkuat.
- Sarana dan prasarana agar proses belajar mengajar berjalan layak dan aman.
- Tata kelola untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan.
- Operasional dan penguatan moral sebagai titik krusial dalam pelayanan pendidikan.
Kemarin saya diberi pandangan oleh Prof. Nuh, ada tiga hal yang paling penting. Pertama, dukungan sarana-prasarana dan kedua, perkuat tata kelola
Yang ketiga menyangkut operasional, salah satu titik paling krusialnya adalah penguatan moral. Ini yang perlu kita perhatikan bersama
Kebutuhan psikososial dan pengukuran dampak
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Muhammad Nuh menegaskan pentingnya memahami karakteristik siswa agar pendekatan pendidikan tepat sasaran. Ia menyatakan bahwa siswa Sekolah Rakyat tidak hanya butuh akses pendidikan, tetapi juga dukungan psikososial.
Kalau kita belum memahami sejati-jatinya Sekolah Rakyat, treatment yang dilakukan tentu tidak maksimal. Di situ ada persoalan yang perlu kita pahami lebih dalam
Karena di situ bukan hanya itu yang dibutuhkan, ada persoalan psikososial. Maka inilah yang menjadi keunikan dari Sekolah Rakyat
Nuh juga mendorong agar keberhasilan program diukur dengan lebih terukur pada tahun kedua pelaksanaan. Salah satu alat ukur yang disebutkan adalah SROI atau Social Return on Investment untuk melihat dampak sosial program secara kuantitatif dan kualitatif.
Dari sisi investasi, kita bisa sampaikan kepada publik dan meyakinkan Presiden. Bahwa kebijakan ini tidak hanya benar dari perspektif akademik dan pendidikan
Dengan memasuki tahun kedua, pemerintah dan pengelola Sekolah Rakyat diharapkan menindaklanjuti arahan ini, terutama memperbaiki sarana, memperketat tata kelola, dan menempatkan penguatan moral serta dukungan psikososial sebagai bagian integral dari operasional sekolah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BKSDA Kaltim Tangani Dua Orangutan Dekat Aktivitas Manusia
BKSDA Kaltim menangani dua orangutan di Kutai pada 13–17 September 2026; satu direhabilitasi, satu dievakuas...
Kemensos Buka Ruang Koreksi Data Sosial Ekonomi, Target 1 Minggu
Kemensos mengakui data sosial ekonomi belum akurat dan membuka ruang koreksi data, menargetkan penelusuran 2...
Pembelajaran Terganggu Saat Asap Karhutla di Kutai Barat
Asap karhutla di Kutai Barat mengganggu pembelajaran; sekolah dan orang tua menyesuaikan metode karena keter...
Beras Bantuan 2026 Kini dari Petani Indonesia, Bapanas Pastikan
Bapanas pastikan beras bantuan 2026 sepenuhnya dari petani Indonesia, dengan alokasi 2,6 juta ton untuk 33,2...
1.289 Kadet Unhan Dikerahkan ke Sekolah Rakyat 12–24 Okt 2026
1.289 kadet Unhan dikerahkan ke Sekolah Rakyat 12–24 Oktober 2026 untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, d...
Komisi VII: Ketidakstabilan Harga Gas Ancaman Industri Keramik
Komisi VII mendesak kepastian pasokan dan harga gas setelah fluktuasi bulanan mengancam produksi dan investa...