Kemensos Buka Ruang Koreksi Data Sosial Ekonomi, Target 1 Minggu
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengakui data sosial ekonomi masyarakat belum sepenuhnya akurat dan membuka ruang bagi warga untuk mengoreksi serta mengusulkan perubahan. Pernyataan itu disampaikan saat menerima aspirasi ratusan warga di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Pemerintah berjanji menindaklanjuti data yang diserahkan melalui proses verifikasi dan validasi bersama perwakilan warga dengan target penyelesaian satu minggu.
Pertemuan langsung antara pejabat dan warga
Gus Ipul dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menemui warga setelah aksi di depan kantor. Mereka kemudian mengajak peserta aksi masuk untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Warga mengeluhkan pemeringkatan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai tidak merepresentasikan kondisi ekonomi mereka.
"Kami akan terima semua aspirasinya. Kami akan terima semua data-datanya untuk kita lakukan pendalaman,"
Gus Ipul memastikan seluruh data yang diserahkan akan diverifikasi dan divalidasi bersama perwakilan warga.
Proses verifikasi dan target waktu
Kemensos akan mengkaji setiap data secara rinci. Menurut Gus Ipul, tahapan verifikasi dan validasi dilakukan satu per satu, lalu hasilnya akan disampaikan kepada pengirim data.
"Kemudian kita lakukan pengkajian dan kita tindaklanjuti. Kita lakukan verifikasi dan validasi satu per satu,"
Dia meminta perwakilan warga mengawal proses verifikasi terhadap sekitar 2.500 data yang dibawa koalisi warga. Hasil penelusuran ditargetkan diumumkan paling lambat seminggu.
Akses koreksi data dan mekanisme pengaduan
Warga dapat mengajukan usulan dan sanggahan data melalui beberapa kanal resmi. Wamensos Agus Jabo mengatakan data akan dipadankan dengan data pemerintah dan meminta pendampingan perwakilan warga selama proses itu.
"Datanya kita padankan. Nanti Pak Marlo asistensi supaya seminggu ini selesai,"
- Melalui aplikasi Cek Bansos
- Command Center: 171
- Layanan WhatsApp resmi Kemensos
Dampak dan konteks
Keluhan warga meliputi pemeringkatan desil yang dianggap tidak sesuai dan kasus keluarga yang semula menerima bantuan sosial lalu terhenti. Dea Melrisa, Juru Bicara Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan, menyatakan pihaknya membawa sekitar 2.500 data yang mencakup keterlambatan pendaftaran hingga kesalahan klasifikasi dalam DTSEN.
"Dari posko yang telah kita buka, ada kurang lebih 2.500 data yang tidak sesuai. Bahkan ada yang tidak terdaftar di DTSEN,"
Gus Ipul menegaskan komitmen bahwa bantuan sosial harus tepat sasaran: bansos adalah hak rakyat dan harus diterima oleh rakyat yang membutuhkan. Pemutakhiran data menjadi langkah penting agar kelompok yang memenuhi kriteria menerima bantuan sesuai ketentuan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pasokan Gas Industri Turun 78%, Kemenperin Soroti Dampak
Kemenperin: pasokan gas industri turun hingga 78% per 18 Sep 2026, mengganggu produksi dan daya saing, serta...
BKSDA Kaltim Tangani Dua Orangutan Dekat Aktivitas Manusia
BKSDA Kaltim menangani dua orangutan di Kutai pada 13–17 September 2026; satu direhabilitasi, satu dievakuas...
Pembelajaran Terganggu Saat Asap Karhutla di Kutai Barat
Asap karhutla di Kutai Barat mengganggu pembelajaran; sekolah dan orang tua menyesuaikan metode karena keter...
Beras Bantuan 2026 Kini dari Petani Indonesia, Bapanas Pastikan
Bapanas pastikan beras bantuan 2026 sepenuhnya dari petani Indonesia, dengan alokasi 2,6 juta ton untuk 33,2...
1.289 Kadet Unhan Dikerahkan ke Sekolah Rakyat 12–24 Okt 2026
1.289 kadet Unhan dikerahkan ke Sekolah Rakyat 12–24 Oktober 2026 untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, d...
Komisi VII: Ketidakstabilan Harga Gas Ancaman Industri Keramik
Komisi VII mendesak kepastian pasokan dan harga gas setelah fluktuasi bulanan mengancam produksi dan investa...