Beras Bantuan 2026 Kini dari Petani Indonesia, Bapanas Pastikan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan beras untuk program bantuan pangan 2026 berasal dari produksi petani dalam negeri. Pernyataan itu disampaikan saat peninjauan penyaluran bantuan di Pekanbaru, Riau, Kamis, 17 September 2026. Pemerintah menargetkan penyaluran kepada 33,24 juta penerima dan menegaskan stok nasional cukup untuk mendukung program.
Alokasi dan jadwal penyaluran
Pemerintah meningkatkan alokasi beras bantuan pada 2026. Total alokasi tahun ini diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, nilai terbesar sejak program diluncurkan pada 2023. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan pada periode yang ditetapkan.
| Periode | Alokasi (ton) |
|---|---|
| Februari - Maret | 664.000 |
| Juli - September | 997.000 |
| Oktober - Desember | 997.000 |
| Total 2026 | 2.658.000 |
Sumber beras beralih ke petani lokal
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya sebagian beras bantuan masih berasal dari impor. Kini distribusi beras menggunakan pasokan dari petani Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Dulu beras ini dari negara lain, impor dulu. Namun sekarang beras kita aman, banyak," ujar Andi Amran Sulaiman saat meninjau penyaluran di Pekanbaru.
"Dulu berasnya dari Pakistan, India, Thailand. Nah, sekarang dari petani Indonesia untuk rakyat Indonesia," tambahnya.
Stok Bulog dan peran stabilisasi
Penguatan suplai dalam negeri didukung oleh cadangan pemerintah. Stok beras di Bulog saat ini tercatat sekitar 4,6 juta ton, jauh lebih tinggi dibanding periode serupa sebelumnya.
Menurut Bapanas, ketersediaan stok tersebut menjadi penopang penyaluran bantuan, stabilisasi pasokan, dan pengendalian harga pangan.
Dampak bagi rumah tangga dan petani
Bantuan pangan beras berfungsi sebagai instrumen pemerintah menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Penyerapan produk petani dalam negeri juga diarahkan untuk melindungi kesejahteraan petani sekaligus menyediakan pasokan bagi konsumen.
"Kami senang sekali, terima kasih atas bantuan yang diberikan Pak Presiden. Ini memang membantu sekali untuk masyarakat Indonesia," ujar salah satu penerima bantuan, Siti Sutriani.
Dengan alokasi dan stok yang menguat, pemerintah berharap program ini terus menjaga ketersediaan pangan sekaligus memberi manfaat langsung kepada petani dan rumah tangga penerima bantuan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pasokan Gas Industri Turun 78%, Kemenperin Soroti Dampak
Kemenperin: pasokan gas industri turun hingga 78% per 18 Sep 2026, mengganggu produksi dan daya saing, serta...
BKSDA Kaltim Tangani Dua Orangutan Dekat Aktivitas Manusia
BKSDA Kaltim menangani dua orangutan di Kutai pada 13–17 September 2026; satu direhabilitasi, satu dievakuas...
Kemensos Buka Ruang Koreksi Data Sosial Ekonomi, Target 1 Minggu
Kemensos mengakui data sosial ekonomi belum akurat dan membuka ruang koreksi data, menargetkan penelusuran 2...
Pembelajaran Terganggu Saat Asap Karhutla di Kutai Barat
Asap karhutla di Kutai Barat mengganggu pembelajaran; sekolah dan orang tua menyesuaikan metode karena keter...
1.289 Kadet Unhan Dikerahkan ke Sekolah Rakyat 12–24 Okt 2026
1.289 kadet Unhan dikerahkan ke Sekolah Rakyat 12–24 Oktober 2026 untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, d...
Komisi VII: Ketidakstabilan Harga Gas Ancaman Industri Keramik
Komisi VII mendesak kepastian pasokan dan harga gas setelah fluktuasi bulanan mengancam produksi dan investa...