Menkes Usulkan Penderita TB Jadi Prioritas Program MBG
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar penderita tuberkulosis (TB) masuk sebagai kelompok prioritas penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan disampaikan pada 22 Juni 2026 di Kementerian Kesehatan, Jakarta, menyusul data bahwa Indonesia mencatat sekitar 1 juta kasus TB per tahun dengan kematian mencapai 160 ribu jiwa. Budi berpendapat dukungan gizi dapat meningkatkan peluang kesembuhan pasien TB.
Alasan dan data penyakit
Budi menekankan angka kasus dan kematian sebagai dasar usulan. Menurutnya, nutrisi yang memadai berperan penting selama pengobatan TB karena dapat memperkuat respons tubuh terhadap terapi.
“Orang-orang yang sakit tuberkulosis 1 juta loh di Indonesia setiap tahun. Meninggal 160 ribu, jadi kita ngomong 5 menit meninggal dua orang,”
Kelompok yang diusulkan sebagai penerima MBG
Saat ini MBG ditujukan kepada peserta program tertentu, terutama dari kalangan anak sekolah. Budi meminta agar daftar penerima diperluas untuk menjangkau kelompok dengan kebutuhan gizi tinggi.
- Kelompok saat ini: anak sekolah (disebutkan sebagai penerima utama saat ini)
- Kelompok yang diusulkan tambahan: penderita TB, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita
“Kalau kita obati dan gizinya disuplai, ditambah. Kemungkinan sembuhnya lebih besar,”
“Balita berada pada masa emas pertumbuhan yang menentukan perkembangan fisik dan kognitif anak hingga masa depan. Selain itu, penderita tuberkulosis juga perlu menjadi perhatian dalam Program Makan Bergizi Gratis,”
Respons Badan Gizi Nasional dan langkah kebijakan
Budi menyampaikan bahwa usulan tersebut telah dikomunikasikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang. Menkes menyebut respons BGN positif dan skema penerima manfaat MBG dinilai masih bisa disesuaikan.
“Beliau menyukainya. Nanti mungkin akan ubah Perpres sedikit, karena sekarang kan diberikan ke anak-anak sekolah, dan bukan berarti saya menolak yang untuk di sekolah ya,”
Evaluasi dan tindak lanjut
Pemerintah bersama BGN dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah membahas penguatan sasaran program MBG. Evaluasi akan dilakukan melalui data pemeriksaan kesehatan dan status gizi untuk memastikan kebijakan berbasis evidence-based policy.
Perluasan sasaran MBG berpotensi meningkatkan keberhasilan pengobatan TB dan memperbaiki status gizi kelompok rentan. Namun, perubahan ini memerlukan penyesuaian regulasi serta bukti evaluasi program agar implementasi berjalan efektif.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Sentralisasi Pengadaan Alkes Hemat Rp10,25 Triliun, Kemenkes Ungkap
Kemenkes menyebut sentralisasi pengadaan alkes memangkas pengeluaran Rp10,25 triliun atau 52% dari estimasi...
Menkes: Bangun Laboratorium Kesehatan di Seluruh Kabupaten/Kota
Pemerintah akan membangun dan merenovasi laboratorium kesehatan di seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat s...
Puskesmas Jemput Bola CKG: 700 Siswa Diperiksa di Bekasi
Puskesmas Duren Jaya jemput bola Cek Kesehatan Gratis di SD Santa Maria Monica, Bekasi; 700 siswa diperiksa,...
CKG Jaktim Temukan Anemia dan Hipertensi pada Pelajar
CKG Jakarta Timur menemukan banyak pelajar mengalami tekanan darah tinggi dan anemia pada periode Januari–Ju...
Pemanasan dan Pendinginan: Kunci Olahraga Lebih Aman
Pemanasan dan pendinginan membantu tubuh beradaptasi sebelum dan setelah olahraga, menurunkan risiko cedera...
Jangan Abaikan Nyeri Sendi Berulang, Bisa Jadi Autoimun
Nyeri sendi berulang bisa jadi tanda autoimun seperti RA; waspadai pembengkakan, kekakuan pagi hari, dan seg...