Kesehatan

Menkes Budi Tanggapi Isu Kandidat Dirjen WHO

Bagikan:
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi isu kandidat Dirjen WHO

Menteri Kesehatan Budi Gunadi SadikinWorld Health Organization (WHO). Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026.

Reaksi singkat Menkes

Saat diminta komentar terkait kabar pencalonan, Budi memilih merespons dengan nada bercanda. Ia menepis rumor itu tanpa memberikan konfirmasi lebih jauh.

“Jadi ikatan wartawan saja, hehe,”

Jawaban singkat tersebut menunjukkan sikap santai Budi terhadap pemberitaan tentang peluangnya menjadi pemimpin WHO.

Mengapa namanya muncul

Nama Budi tercantum dalam laporan Health Policy Watch yang membahas persaingan menuju kursi Direktur Jenderal WHO. Laporan itu mencatat sedikitnya 12 nama yang dibahas menjelang pembukaan proses nominasi pada April 2026.

Salah satu alasan kemunculan namanya adalah latar belakang profesional yang dinilai relevan. Sebelum menjabat Menkes, Budi berkarir sebagai bankir dan memimpin perusahaan pelat merah.

Kekuatan dan kritik terhadap Budi

Pengamat menilai beberapa keunggulan dan hal yang menjadi perhatian terkait kemungkinan pencalonan Budi:

  • Kekuatan: pengalaman tata kelola fiskal dan penguatan pendanaan; reformasi sistem kesehatan pascapandemi; dorongan transformasi dan digitalisasi layanan.
  • Kritik: kebijakan reformasi pendidikan kedokteran yang menuai pro dan kontra dari kalangan profesi kesehatan, termasuk sebagian organisasi dokter.

Menurut laporan yang sama, Budi disebut memperoleh dukungan dari sejumlah negara besar di Asia, antara lain Jepang dan India.

Posisi strategis dan konteks pemilihan

Pengamat menilai Budi memiliki posisi strategis untuk menjembatani kepentingan negara berkembang dan maju dalam isu kesehatan global. Namun proses pemilihan Direktur Jenderal WHO sering melibatkan banyak faktor, termasuk dukungan diplomatik dan pertimbangan politik.

Secara historis, beberapa pihak menekankan rotasi kawasan sebagai faktor dalam pemilihan. Meski demikian, laporan yang dikutip menyebut bahwa rotasi kini tidak selalu menjadi pertimbangan utama.

Proses nominasi resmi untuk pengisian jabatan Direktur Jenderal WHO dibuka sejak April 2026, sementara masa jabatan pejabat saat ini berakhir Agustus 2027. Hingga kini, Budi belum mengonfirmasi niat resmi untuk mencalonkan diri.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait