Mengenal Diri Jadi Benteng Iman di Panti Rehabilitasi Palas
Ustadz DR (C) Kalijunjung Hasibuan M.Sy menekankan pentingnya mengenal diri untuk memperkuat iman dan mencegah perilaku merusak saat memberi tausiyah di Yayasan Gemilang Sakti Jaya (GSJ) Sigorbus Julu, Kecamatan Barumun Baru, Kabupaten Padanglawas, Jumat (15/5).
Pentingnya mengenal diri untuk memperkuat iman
Kalijunjung, yang juga menjabat Ketua Komisi Sosial dan Infokom MUI Kabupaten Padanglawas, menyatakan bahwa dengan mengenal diri seseorang lebih sadar kelemahan dan kebutuhannya. Kesadaran ini, menurutnya, akan menumbuhkan iman yang menjadi pelindung dari godaan maksiat.
Ia menegaskan bahwa iman yang kuat membantu menahan diri dari tindakan yang merusak. Sebaliknya, iman yang lemah cenderung membuat seseorang mudah marah, lupa diri, dan tergoda hawa nafsu.
Dampak langsung terhadap pencegahan penyalahgunaan
Dalam tausiyahnya, Ustadz Kalijunjung mengaitkan pengenalan diri dengan upaya konkret mencegah penyalahgunaan narkoba dan perilaku berisiko lainnya. Ia menyebutkan beberapa area rawan yang bisa ditekan jika warga binaan lebih mengenal dirinya:
- Narkoba — pengenalan diri membantu mengenali titik lemahnya agar tidak mudah tergoda.
- Pergaulan bebas — kesadaran diri mendorong kontrol terhadap pilihan pergaulan.
- Amarah — mengenal pemicu amarah membuat pengendalian emosi lebih efektif.
Wakil Rektor III IAI Padanglawas yang juga Ketua Bidang SDM PAMK Polres Padanglawas menambahkan bahwa ketika seseorang sadar akan keterbatasan dirinya, ia cenderung lebih banyak berdoa, merendahkan hati, dan taat kepada Allah SWT.
Referensi religius sebagai penguatan
"Barangsiapa mengenal dirinya, niscaya dia akan mengenal Tuhannya" (HR. Abu Nu’aim).
Melalui kutipan hadis tersebut, ustadz menyatakan bahwa pengenalan diri bukan sekadar introspeksi psikologis, melainkan jalan spiritual menuju kedekatan dengan Allah SWT.
Program pembinaan rutin di GSJ
Menurut Parnis Siregar, MSH, pembina Yayasan GSJ, kegiatan siraman rohani merupakan bagian dari program rutin. Setiap Jumat, yayasan mengundang ustadz untuk memberikan pembinaan kepada warga binaan yang sedang menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba.
Dengan pendekatan spiritual dan penguatan diri, pengelola berharap warga binaan tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga memiliki landasan iman yang kuat untuk mencegah kambuh dan kembali ke lingkungan yang sehat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wali Kota Wesly: Siswa SMPN 2 Wajib Miliki Ilmu dan Integritas
Wali Kota Wesly Silalahi mengingatkan siswa SMPN 2 untuk mengejar ilmu sambil menjaga integritas dan menjauh...
PKB Deliserdang Ucapkan Selamat Harlah ke-28 dan Siap Pelantikan
DPC PKB Deliserdang ucapkan selamat Harlah ke-28, siap terima SK dan pelantikan serentak; fokus pada ekonomi...
Labfor: Kaca Rumdis Wabup Deliserdang Pecah Akibat Mesin Potong Rumput
Labfor Polda Sumut menyimpulkan kaca rumdis Wabup Deliserdang pecah akibat hantaman benda kecil dari mesin p...
DPRD Deliserdang Soroti SiLPA Rp787 Miliar, Minta Gaji Guru PPPK Dibayar
DPRD Deliserdang soroti SiLPA APBD 2025 sebesar Rp787,96 miliar; minta dana digunakan untuk membayar gaji 2....
Jalan Nasional di Sergai Bergelombang Hampir 3 Km, Ancaman Keselamatan
Jalan nasional di Desa Firdaus, Sei Rampah, Sergai, hampir 3 km bergelombang dan membahayakan pengguna; warg...
HOTMA Gelar Aksi Damai Dukung Pemberantasan Korupsi di Kejati Sumut
HOTMA menggelar aksi damai di depan Kejati Sumut (21/7) untuk mendukung pemberantasan korupsi dan menghormat...