Menbud Minta Peserta GBN Hayati Sejarah Lagu Kebangsaan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta peserta Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 memahami sejarah di balik setiap lagu kebangsaan. Permintaan itu disampaikan saat membuka karantina GBN di Depok, Jawa Barat, pada Senin, 3 Agustus 2026. Menbud menekankan lagu-lagu kebangsaan lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pendiri bangsa, sehingga perlu dinyanyikan dengan penghayatan mendalam.
Penghayatan sebagai tujuan karantina
Menurut Fadli, karantina bukan semata untuk melatih teknik vokal. Tujuannya adalah menumbuhkan pengertian atas makna kata per kata dalam lagu-lagu kebangsaan. Dengan cara itu, penampilan menjadi sarana penerus nilai-nilai sejarah, bukan sekadar pertunjukan musikal.
"Kita harapkan saudara-saudara menyanyikan lagu-lagu kebangsaan kita ini dengan penuh penghayatan. Perlu diresapi kata per kata yang ada di dalam lagu-lagu kita ini,"
Lagu sebagai rekaman pengalaman sejarah
Menbud menegaskan bahwa lagu kebangsaan bukan hanya karya musik. Lagu-lagu itu lahir dari pengalaman, peristiwa, dan cita-cita perjuangan bangsa. Ia bahkan menolak anggapan lagu dibuat secara instan atau oleh teknologi.
"Ini bukan lagu-lagu dari AI. Ini lagu-lagu yang diciptakan dengan sepenuh hati dan pengalaman yang luar biasa,"
Untuk memberi contoh konkret, Fadli menyinggung lagu Berkibarlah Benderaku karya Ibu Sud. Ia menceritakan inspirasi lagu itu terkait keberanian Yusuf Ronodipuro, pendiri Radio Republik Indonesia, yang mengibarkan Merah Putih meski dihadang tentara Jepang.
"Itu ada peristiwanya ketika Yusuf Ronodipuro mengerek bendera kemudian tentara Jepang menodongkan senjata. Beliau sama sekali tidak takut dan tetap mengibarkan bendera,"
Peristiwa semacam itu, kata Menbud, memberi latar dan semangat yang menjadi jiwa setiap lagu kebangsaan.
Dampak terhadap penampilan di Istana
Fadli berharap peserta tidak hanya tampil baik secara musikal, tetapi juga memahami makna yang dibawakan. Penghayatan itu dinilai akan memperkuat kualitas penampilan saat upacara memperingati HUT ke-81 RI di Istana Negara.
"Di setiap lagu-lagu itu ada latar belakangnya. Ada sejarahnya, ada semangatnya, ada cita-cita para pejuang kita,"
Ia menambahkan, proses karantina diharapkan membentuk peserta menjadi pribadi yang lebih kuat dan berwawasan kebangsaan.
"Mudah-mudahan dengan mengikuti karantina ini saudara-saudara menjadi pribadi yang semakin kuat. Membawa panji-panji nasionalisme dan kebangsaan kita,"
Penekanan Menbud pada penghayatan lagu kebangsaan menegaskan upaya membumikan nilai sejarah lewat seni. Jika peserta benar-benar menginternalisasi makna lagu, maka penampilan di momen kenegaraan bukan sekadar estetika, melainkan perwujudan identitas kolektif bangsa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...
Gempa M5,9 Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
BMKG: gempa M5,9 di Sumba Barat Daya (4 Okt 2026) tak berpotensi tsunami; warga diminta waspada terhadap ban...
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...