Menbud Fadli Zon: AI Bukan Ancaman, Sentuhan Manusia Tetap Dominan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan perkembangan Artificial Intelligence (AI) tidak mengancam keberlangsungan profesi seniman Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Karantina Gita Bahana Nusantara 2026 di Depok, Jawa Barat, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Pernyataan Menbud soal AI dan kreativitas
Fadli menegaskan sentuhan manusia tetap menjadi unsur utama dalam proses berkarya. Ia menilai teknologi harus diposisikan sebagai pendukung, bukan pengganti, kreativitas para pelaku seni.
"Saya tidak khawatir, karena bagaimanapun sentuhan manusia itu masih dominan. AI harus kita jadikan tools, alat, instrumen,"
AI sebagai alat bantu seni
Menurut Menbud, para seniman tidak perlu bersikap antipati terhadap kemajuan teknologi. Sebaliknya, AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas karya budaya dan mendukung proses kreatif di berbagai bidang seni.
"AI kita jadikan alat untuk mencapai tingkat artistik atau estetika tertinggi. Itu berlaku di berbagai bidang ekspresi budaya,"
Dengan pendekatan ini, Fadli menekankan penggunaan AI harus diarahkan untuk memperkuat nilai artistik karya, sehingga teknologi menjadi instrumen peningkatan, bukan substitusi.
Dampak pada ekosistem kebudayaan
Fadli meminta pelaku kebudayaan menyikapi perkembangan teknologi secara terbuka. Menurutnya, inovasi digital berpotensi memperkuat ekosistem kebudayaan nasional dan meningkatkan daya saing karya Indonesia di tingkat global.
Ia mendorong pemanfaatan AI yang berfokus pada peningkatan kualitas, bukan sekadar otomasi.
Arah pemanfaatan dan rekomendasi singkat
Dalam pernyataannya, Fadli menggarisbawahi beberapa pendekatan pemanfaatan AI yang selaras dengan tugas kebudayaan:
- Mendukung proses kreatif tanpa menghilangkan peran pencipta manusia
- Meningkatkan kualitas artistik dan estetika karya budaya
- Memperkuat daya saing karya Indonesia di kancah internasional
Penegasan Menbud ini menunjukkan sikap proaktif pemerintah terhadap digitalisasi kebudayaan. Fokusnya pada pemanfaatan AI sebagai tools menempatkan manusia—seniman dan pencipta karya—sebagai pusat kreativitas. Ke depan, implementasi kebijakan dan program pendukung akan menentukan seberapa besar AI benar-benar memperkuat, bukan menggantikan, ekosistem seni Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KBRI Tokyo Salurkan Bantuan ke WNI Terdampak Gempa Kumamoto
KBRI Tokyo menyalurkan bantuan ke WNI terdampak gempa Kumamoto sejak 28 Juli 2026, fokus pada air, makanan i...
Menhub Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
Menhub memastikan pemenuhan hak korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II; 234 dievakuasi, 229 selamat, 5 meni...
Prabowo Jamu PM Tailan, Jamuan Budaya di Istana Negara
Presiden Prabowo menjamu PM Tailan Anutin di Istana Negara, 3 Agustus 2026, dengan jamuan budaya Nusantara u...
Bawaslu Gelar Jalan Sehat Jumat Sehati dan Jumpa Berlian
Bawaslu menggelar jalan sehat Jumat Sehati dan Jumpa Berlian di Jakarta (2/8/2026) untuk memperkuat kebugara...
Menkomdigi: Tidak Ada Larangan Meliput Aksi Demonstrasi
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan tidak ada larangan media meliput demonstrasi, selama mengikuti kaedah jur...
Menbud Minta Peserta GBN Hayati Sejarah Lagu Kebangsaan
Menbud Fadli Zon minta peserta GBN 2026 menghayati sejarah tiap lagu kebangsaan saat karantina di Depok agar...